BUNTOK – Guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), personel Kapal Polisi XVIII-2001 Ditpolairud Polda Kalteng menyambangi masyarakat yang beraktivitas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Sabtu 7 November 2026.
Kegiatan sosial ini dilakukan untuk memberikan imbauan dan edukasi intensif terkait pentingnya pencegahan karhutla sejak dini.
Dalam sosialisasi tersebut, Komandan Kapal Polisi XVIII-2001, Aipda Aris Pujianto, menyampaikan pesan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Ia menekankan pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama saat memasuki musim kemarau.
Kapolda Kalteng berharap masyarakat dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi serta mencegah aksi pembakaran hutan dan lahan di wilayahnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol. Dony Eka Putra, mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan dan merusak ekosistem.
“Kesadaran kolektif sangat penting agar Bumi Tambun Bungai bebas dari ancaman bencana kabut asap,” tegasnya.
Selain imbauan pencegahan, Aipda Aris Pujianto memaparkan bahaya karhutla yang berpotensi melumpuhkan sektor pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat, lengkap dengan sanksi pidana bagi para pelaku pembakaran. Warga juga diimbau untuk tidak ragu melapor ke pos kepolisian terdekat jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan.
“Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Kalteng berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah karhutla, sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (im/bs)











