LAMANDAU – Bupati Lamandau mengapresiasi perjuangan para ustaz, ustazah, dan guru ngaji yang selama ini membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. Menurutnya, membina anak-anak dengan karakter berbeda bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kesabaran serta keikhlasan.
Hal itu disampaikan Bupati saat menutup Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) X tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2026 di Gedung LPTQ Kabupaten Lamandau.
Bupati mengaku memahami tantangan yang dihadapi para pembina Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Pengalaman selama 13 tahun menjadi ketua yayasan membuatnya mengetahui bagaimana proses mendidik dan membina anak-anak.
“Saya 13 tahun menjadi ketua yayasan. Saya tahu bagaimana sulitnya membina anak-anak dengan berbagai karakter. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang setiap hari mengajari generasi muda Lamandau agar bisa membaca Al-Qur’an dengan benar,” ungkapnya.
Dia menilai peran guru ngaji sangat penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menyiapkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia.
Menurutnya, pelaksanaan FASI juga harus dimaknai lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat perkembangan kemampuan anak dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam.
Bupati berharap pembinaan keagamaan terhadap anak-anak tidak berhenti setelah FASI selesai digelar.
Dia meminta orang tua dan para pembina terus mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk motivasi, Bupati bahkan menjanjikan hadiah umrah gratis bagi santri yang mampu menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an hingga akhir 2028.
Guru ngaji yang membimbing santri tersebut juga akan diberangkatkan menggunakan uang pribadi Bupati.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Kabupaten Lamandau Abdul Kohar menyebut FASI X tahun 2026 diikuti 309 peserta dari 35 TPA yang tersebar di lima kecamatan, termasuk TPA di lingkungan perusahaan.
Para juara dari kegiatan tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti FASI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2027. (andre)










