SAMPIT – Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Capt Thomas Chandra SE MSi diwakili oleh Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan Dan Patroli (KBPP), Baslan Damang, menyampaikan untuk sementara dugaan kecelakaanTugboat Buana Superior yang menarik tongkang Buana Ocean 10 di laut Ujung akibat cuaca buruk ombak tinggi dan angin kencang.
“Saat kejadian itu, kapal Buana Superior akan memasuki perairan perbatasan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan, cuaca buruk ada gelombang setinggi tiga meter dan menghantam tugboat hingga tenggelam. Selain itu angin juga kencang,” ucap Baslan Damang, Selasa (1/2019).
Diketahui Kapal yang berawakan tujuh orang anak buah kapal (ABK) dan satu orang capten ini awalnya berniat berlayar kearah Pelabuhan Kendawangan, Kalimantan Barat dan sebelumnya datang dari daerah Sudan Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Beruntung capten kapal berserta tujuh orang ABK kapal saat akan mengetahui kapal tersebut akan tengelam mereka dengan cepat loncat ke air dan menaiki tongkang Buana Ocean 10 yang bermuatan bauksit tersebut.
Tim gabungan dari Kantor KSOP Kelas III Sampit, KPLP, Basarnas dan Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah, yang menerima informasi tersebut, langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Kapal KM Damaru yang dioperasikan KPLP juga diberangkatkan untuk malakukan proses gevakuasi para korban.
“Delapan orang awak Tugboat Buana Superior tersebut diantaranya, Catur Budiarto selaku nakhoda, Amiruddin selaku mualim I, Guntur selalu KKM, Rusli Simon Pama'tan selaku masinis II, Yotan Lili selaku juru minyak, serta tiga juru mudi yaitu Sarlinton, Umar Baru dan Sanjayak Tamui RY. Mereka berasal dari Sulawesi dan Jawa,” tutup Baslan Damang.
(im/beritasampit.co.id).
EDITOR : MAULANA KAWIT












