PANGKALAN BUN – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan makanan.
Acara yang digelar selama dua hari, terhitung sejak tanggal 26 – 27 Februari 2019 itu bekerjasama dengan DPR RI Komisi IX.
Kepala BPOM Palangka Raya Dra Trikoranti Mustikawati didampingi Kepala BPOM Kabupaten Kobar Kodon Tarigan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar selama dua hari. Pada hari pertama melibatkan 500 peserta yang dilaksanakan di Aula Kantor DPRD Kobar, dan hari kedua melibatkan 200 peserta, acara di laksanakan di Aula Kantor Bupati Kobar.
“Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan gerakan nasional peduli obat dan pangan aman, dalam kegiatan ini juga salah satu narasumberya dari BNN dan anggota Komisi IX DPR RI. BNN kita libatkan agar peserta paham bagaimana bahaya dari penyalahgunaan nafza itu sendiri,” ujar Trikoranti Mustikawati.
Kemudian lanjutnya, dari BPOM Palangkaraya menyampaikan terkait obat dan pangan yang aman agar peserta biar mengetahui bahayanya penggunaan obat dan makanan yang ilegal karena kandungan di dalamnya akan mengganggu kesehatan bagi pengguna.
“Kami sangat bersyukur karena masyarakat tingkat kesadarannya terus meningkat hal itu dibuktikan hasil uji sampling yang kita lakukan, misalnya saja di kantin sekolah maupun pasar, semua hasilnya bagus hal itu menandakan bahwa masyarakat semakin peduli,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX dari Dapil Kalimantan Tengah Hang Ali Saputra Syah Pahan mengatakan, bahwa gerakan nasional peduli obat dan pangan aman sangat tepat melibatkan masyarakat karena masyarakat ini yang selalu menjadi korban atas ketidaktahuannya.
“Dalam kegiatan tadi kita berikan pengetahuan tentang bahayanya penggunaan narkoba termasuk penggunaan obat dan makanan yang mengandung zat zat yang membahayakan, saya sangat berterima kasih kepada panitia karena sebagian besar pesertanya ibu-ibu. Jadi sosialisasi ini sangat tepat karena peranan ibu sangat penting baik dalam mengatasi banyaknya korban penggunaan narkoba, apalagi mengatasi bahaya penggunaan obat dan makanan yang salah sudah pasti para ibu yang menghadapi langsung tiap harinya jadi perlu pengetahuan hal itu,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
(man/beritasampit.co.id)












