Editor : Maulana Kawit
SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi minta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Sukamara untuk memberdayakan pengrajin tas purun yang saat ini mulai tergusur.
“Wilayah antara desa Pangkalan Muntai dan Sukaraja banyak ditumbuhi purun saya minta dinas terkait untuk bisa memberdayakan ibu-ibu lansia yang memang pengrajin untuk membuat purun,” ucap Ahmadi, Kamis (28/2/2019).
Menurutnya, saat ini pengrajin purun di Sukamara sudah banyak berkurang, mereka tidak lagi memproduksi tas maupun tikar purun lantaran tidak adanya pembeli.
“Saya sangat mengapresiasi usulan dari Ketua DPRD yang menginginkan setiap instansi untuk mengambil dan memesan tas purun dari pengrajin lokal dan dibagikan ke Masyarakat sebagai bagian dari kampanye stop penggunaan kantong plastik,” jelas Ahmadi.
Sebelumnya, Ketua DPRD Sukamara, Eddy Alrusnadi meminta seluruh instansi yang ada di lingkungan Pemkab Sukamara tidak membeli tas purun buatan daerah lain dan memesan dari pengrajin lokal.
Sementara itu, Kepala DLH Sukamara, Rendy Lesmana membenarkan bahwa tas purun yang dibagikan-bagikan ke masyarakat dalam rangka HPSN tahun 2019 dan kampanye stop penggunaan kantong plastik menang membeli dari daerah lain.
“Memang itu buatan daerah luar, karena saat kami akan membeli tas purun di Sukamara tidak ada yang jual, jadi karena terbentuk waktu akhirnya memesan dari luar daerah,” terang Rendy.
Rendy menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan instruksi Wakil Bupati Sukamara dan Ketua DPRD Sukamara untuk dapat memesan tas ramah lingkungan kepada pengrajin purun lokal.
“Akan kami inventarisir pengrajin purun di Sukamara dan memesan untuk dibuatkan,” tukas Rendy.
(enn/beritasampit.co.id)












