EDITOR – Akhiruddin
SAMPIT – Lahan luas dan tanah subur di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petani Mustajab untuk bercocok tanam jenis sayur-sayuran. Bahkan, paling lama 40 hari hasilnya sudah bisa dinikmati hingga jutaan rupiah.
“Sekali panen normal sayuran mentimun bisa mencapai 800 kilogram, panen biasanya paling lama 40 hari terhitung dari masa tanam,” ucap Mustajab yang tergabung pada Poktan Tunas Rimba kepada wartawan beritasampit.co.id saat ditemui dilahan pertanian miliknya, Minggu (10/3/2019).
Pria kelahiran Banyuwangi tahun 1977 ini memilih tanaman yang cepat menghasilkan uang. Bersama istri tercintanya, mereka sepakat menanam mentimun, cabai dan tomat.
“Harga mentimun paling murah kalau mengambil langsung ke kebun sekitar 4.000 rupiah per kilogram. Sedangkan harga cabai dan tomat bervariasi,” ujar suami Nur Aisyah yang dikarunia dua anak ini.
Masa panen antara mentimun, cabai dan tomat, menurut Mustajab, ada perbedaan yakni, mentimun hanya 40 hari siap panen sedangkan cabai dan tomat maksimal 100 hari.
“Untuk tanaman cabai biasanya sekali panen mencapai 300 kilogram dan tomat sekitar 600 kilogram. Dengan adanya tanaman mentimun untuk menutupi biaya hidup dan operasional, seraya menunggu cabai dan tomat panen,” ujar Mustajab.
Sedangkan mengenai pemasaran, lanjutnya, sangat lancar. Bahkan, pemasaran hingga Pangkalan Bun dan Palangka Raya. “Kendala tanaman mentimun ini hanya hama dan ulat. Sejak saya jadi petani mentimun sudah setahun belum ada gagal panen,” pungkasnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Tanah Mas Orisa menambahkan, pupuk tanaman dibantu melalui Dinas Pertanian Kabupaten Kotim.
“Pangsa pasar mentimun khususnya di Kota Sampit masih sangat bagus. Petani yang memilih berkebun jenis mentimun ini belum ada saingan karena tidak semua petani mau menanam mentimun,” katanya. (arifin/beritasampit.co.id)












