Polisi Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada

    SAMPIT – Guna menjamin pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik pemilihan bupati dan wakil bupati Kotim maupun pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng berjalan lancar, Polres Kotim melakukan pengawalan ketat terhadap distribusi ligistik Pilkada. Hal tersebut terlihat saat logistik Pilkada mulai didistribusikan ke tujuh kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, yang diberangkatkan dari Stadion 29 November Sampit, Minggu (06/12) pagi.

    Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, surat suara dari KPU  dilakukan pengawalan ketat. Selain itu pihaknya juga memberangkatkan anggotanya yang melakukan pengamana  di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Pagi ini ada beberapa kecamatan yang sudah mulai disebarkan logistik Pilkada, diharapkan sore hari  sudah sampai di tempat yang paling jauh,  kemudian menginap di PPK  dan nantinya untuk disebarkan ke TPS-TPS,” terangnya kepada wartawan.

    Menurutnya personel yang akan diberangkatkan Minggu (06/12) pagi,  ada sekitar 170-an perseonel,  termasuk yang akan melekat ke TPS-TPS. “Ada yang satu TPS satu personel dan ada yang dua TPS satu personel,” tandasnya.

    Personel kepolisian tersebut ditugaskan sejak saat diberangkatkan, hingga nantinya logistik Pilkada tersebut kembali ke PPK setelah kegiatan pencoblosan selesai dilakukan. “Tanggal 8 Desember surat suara bergeser ke TPS-TPS, kemudian setelah pencoblosan, dari TPS bergeser ke PPS dan kemudian maksimal tanggal 15 Desember sudah berada di PPK,  kemudian dibawa kembali ke stadion dan dibawa ke KPU. Masing-masing kecamatan ada enam kotak,” jelasnya.

    Selain itu disampaikannya, tugas anggotanya di lapangan adalah  untuk pengamanan kotak suara, surat suara dan pelaksanaan pencoblosan. “Anggota harus netral apapun yang dihadapi di masing-masing TPS, Polri sebagai pengamanan  harus netral,” lanjutnya.

    Ditambahkannya, dalam desk  Pilkada Kotim sudah teridentifikasi berbagai kesulitan yang akan dihadapi. Seperti mana yang menggunakan kelotok dan lainnya. “Kita mengharapkan kotak suara tidak menginap di TPS, tapi langsung dibawa ke PPS. Namun kita lihat juga kondisi di lapangan. Diharapkan setelah dari TPS ke PPS, langsung dibawa ke PPK atau kecamatan,” pungkasnya. (saf/061215).