SAMPIT – Juara bertahan RSDM (Rumah Sakit dr Murjani) FC tampil perkasa pada laga perdana HNR Cup 2 usai membantai Juaraga FC dengan skor telak 7-0 di Stadion 29 Nopember Sampit, Minggu 31 Mei 2026.
Pertandingan tersebut turut disaksikan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, unsur Forkopimda, anggota DPRD, SOPD, tokoh masyarakat, hingga para pecinta sepak bola di Kotim memadati stadion.
Cuaca hujan ringan mewarnai jalannnya pertandingan, sejak peluit kick off dibunyikan, RSDM FC yang mengenakan seragam putih biru muda langsung mengambil inisiatif serangan, mereka tampil agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.
RSDM sendiri merupakan juara pertama HNR Cup 2 pada 2025 lalu. Status sebagai juara bertahan membuat mereka tampil penuh percaya diri dan optimisme tinggi sejak awal laga.
Gol pembuka berhasil membawa RSDM unggul 1-0. Tim Juaraga yang memakai seragam ungu sempat mencoba memberikan tekanan melalui beberapa serangan balik, namun RSDM kembali menambah keunggulan menjadi 2-0.
Jual beli serangan terus terjadi hingga babak pertama berakhir dengan keunggulan RSDM.
Memasuki babak kedua, permainan RSDM semakin tidak terbendung. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga menghasilkan tambahan gol berturut-turut.
RSDM memperbesar keunggulan menjadi 3-0, lalu terus menambah gol hingga skor berubah menjadi 4-0, 5-0, 6-0 dan ditutup dengan kemenangan telak 7-0 sampai peluit panjang dibunyikan.
Pelatih RSDM FC, Ferdinan Kastrol, mengaku puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya pada pertandingan perdana tersebut.
“Pertandingan hari ini hasilnya memuaskan. Bahkan kami belum menurunkan tiga pemain andalan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi cuaca yang mendung hingga hujan ringan juga membantu para pemain tampil maksimal di lapangan.
“Kami beruntung juga karena tadi cuacanya tidak panas, jadi pemain bisa tampil maksimal,” katanya.
Terkait persiapan tim, Ferdinan menyebut tidak ada latihan khusus yang dilakukan menjelang turnamen. Menurutnya, sebagian pemain menjalani latihan individu masing-masing, termasuk beberapa pemain yang didatangkan dari Banjarmasin.
“Latihan khusus tidak ada, pemain lebih banyak latihan sendiri-sendiri,” ucapnya.
Meski menyandang status juara bertahan, Ferdinan mengaku timnya tidak memasang target khusus untuk kembali menjadi juara di HNR Cup 2.
“Dalam sepak bola juga ada faktor keberuntungan, yang terpenting kami berjuang maksimal saja. Terkait optimisme, semua tim juga pasti optimis bisa juara,” pungkasnya. (Nardi)












