​Bukit Presiden Langganan Hantu Api, 15 Hektare Kembali Terbakar

SAMPIT – Sejak beberapa tahun lalu titik Hot Spot di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) memang selalu masuk dalam daftar zona merah oleh pihak BMKG. Dalam kurun waktu tiga periode ini saja titik-titik api masih selalu ditemukan di daerah kecamatan ini.

Seperti hasil yang didapatkan oleh tim gabungan, Pihak Kecamatan,Posek Sei Sampit, dan beberapa pihak PBS yang begerlut di bidang perkebunan kelapa sawit di daerah sekitar kecamatan itu pada, Senin (21/8/2017) sekitar pukul 13.00 WIB lalu. Dimana Tim gabungan Kecamatan MHU dibantu PT. Globalindo Alam Perkasa (GAP) dan PT. Agro Bukit melaksanakan pengecekan serta pemadaman pada titik api dilokasi tersebut.

“Lokasi wilayah Bukit Presiden, Desa Bagendang Tengah, dalam Tim itu terdiri dari jajaran kita,Sekcam MHU, Adhi Candra, SH, MH, Kasi tramtib, Saleh, Kanit reskrim polsek, Bripka Sunarto, SH, Menejemen PT. GAP, Sanjaya (estate manajer), Dedy.A. Rambe (Askep humas), Tim GIS 6 org.Menejemen PT. Agro bukit, Suwandi (koord security), Roni(staf). Kades Natai baru, Sugianto, SE dan Ketua BPD Natai Baru (Padlan), dan ketua Rt.1 Rongkang,” ungkap Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono, Selasa (22/8/2017) tadi pagi.

Dia juga menambahkan tim yang dilengkapi dua unit mobil Damkar dari PT. GAP, 1 alkon serta peralatan damkar, 3 mobil strada, menemukan beberapa titik koordinat yang mana diantaranya tidak bisa ditempuh dengan kendaraan.”Lokasi titik koordinat tidak dapat ditempuh dengan ranmor, tim harus berjalan kaki sejauh 2 KM. Di lokasi sesuai titik koordinat dari satelit,  tidak ditemukan lahan yg terbakar.lalu menyusul titik kedua jarak 200 meter dari titik koordinat itu ditemukan lahan bekas terbakar kurang lebih seluas 15 Hektar,” timpalnya.

Namun demikian menurutnya kondisi dilapangan saat itu api sudah dalam keadaan padam. Bahkan lokasi berupa padang ilalang yang luas (sabana), dan ditemukan beberapa pokok tanaman sawit.

baca juga ...  Kades Tanjung Harapan Minta Balai Desa Diperbaiki

“Bukit presiden memang merupakan perbukitan sabana (padang rumput ilalang) yang luas, sehingga dalam musim panas atau kemarau mudah mengalami kebakaran. Data kita wilayah ini mengalami kebakaran lahan sejak tahun  2015, 2016 dan berlanjut saat ini 2017,” kata Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono SH. SIK. tersebut.

Dia juga menuturkan upaya pihaknya dan kecamatan MHU,Bersama pihak PT. GAP melakukan sosialisasi bahaya dan larangan karhutla di desa-desa sekitar.” Kita melakukan pelatihan pemadaman karhutla kepada tim damkar, perusahaan dan desa, menyebarkan maklumat kapolda dan pengumuman kapolsek tentang bahaya dan larangan karhutla,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!