SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian, terus mengupayakan peningkatan produksi padi dengan menerapkan teknologi jajar legowo (Jarwo) super, yang dilakukan pertama kalinya di Desa Sungai Sugih, Kecamatan Kota Besi, Kotim.
Wakil Bupati Kotim, HM Taufiq Mukri yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mengaku sangat mendukung pelaksanaan tanam padi dengan teknologi budidaya secara terpadu berbasis Jarwo super itu.
“Mengingat Kotim merupakan salah satu kabupaten yang dicanangkan sebagai sentra produksi pertanian yang ada di Kalimantan Tengah nantinya, kemungkinan Kotim akan menjadi daerah penyumbang beras atau gabah tertinggi di Kalteng,” ujar Taufiq dalam sambutannya, saat tanam perdana kegiatan gelar teknologi Jarwo super, Selasa (5/9/2017).
Oleh Karena itu, Lanjut Taufiq, implementasi Jarwo super diantaranya dengan benih unggul bermutu, biodekomposer, penggunaan pupuk hayati, serta pengendalian organisme secara terpadu pada penolahan tanah dan tanam diyakini dapat meningkatkan hasil produksi padi.
“Diwilayah lain yang optimal penerapan teknologi Jarwo super dapat meningkatkan produktivitas padi unggul hingga 98,6%, semoga di sinipun hal yang sama dapat terjadi, bahkan kami harapkan lebih tinggi, dan Kabupaten kita sebagai contoh pada nantinya,” jelasnya
Upaya pencapaian swasembada beras melalui teknologi Jarwo, akan sekaligus merintis desa menuju desa modernisasi pertanian, sehingga mekanisasi pertanian menjadi penting dalam usaha pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat desa sekitar
“Percepatan waktu tanam dan panen secara mekanisasi akan mendorong wilayah ini menjadi wilayah yang mampu diusahakan atau panen tiga kali dalam setahun, kita harap itu bisa terwujud dan petani tidak ada yang merugi atau gagal panen,” tandasnya.
(bnr/beritasampit.co.id)











