Antisipasi Konflik Sara, Tiga Organisasi Pemuda Gelar Diskusi Bersama, Seperti Apa Ya ?

PALANGKA RAYA – Diskusi dengan tema Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Persatuan dan Merawat Kebhinekaan, Antisipasi Konflik Sara, dilaksanakan oleh beberapa organisasi diantaranya Pemuda Muhammadiyah Kota Palangka Raya, Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Palangka Raya dan SAPMA Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya pada rabu (25/10/2017) di aula Gedung KNPI Provinsi Kalimantan Tengah.

Salah seorang narasumber Napa J. Awat yang merupakan mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) dan juga pemerhati sosial dalam pemaparannya mengatakan bahwa konflik khususnya yang bernuansa sara tidak akan terjadi jika individu-individu yang ada mempunyai tujuan bersama dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Dia juga menambahkan bahwa konflik bisa terjadi jika adanya ketimpangan sosial misalnya dalam dunia kerja ketika persaingan yang semakin ketat terjadi maka kapasitas dan kemampuan seseorang yang jadi pertimbangan.

“Oleh karena itu agar memiliki daya saing maka pendidikan harus dioptimalkan” ujarnya sehingga pendidikan yang berkualitas jadi salah satu faktor dalam menjaga persatuan bangsa dan mencegah konflik sara.

Sedangkan menurut narasumber yang kedua Rahmadi G. Lentam, menyampaikan bahwa Pancasila secara historical sudah ada jauh-jauh hari dimana ditulis oleh Mpu Prapanca dalam Kitab Nagara Kertagama, kemudian kata Bhineka Tunggal Ika yang tak terpisahkan dari Pancasila yang ditulis oleh Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma.

Bahkan saking kompleksnya filsafat hidup yang terkandung dalam Pancasila hingga dijadikan acuan oleh beberapa negara lain didunia. Jadi Pancasila dan bhineka tunggal ika tidak dapat terpisahkan dalam filsafat hidup berbangsa dan bernegara “Jika setiap orang benar-benar tahu tentang Pancasila yang sesungguhnya maka tidak ada satupun orang yang akan menolak Pancasila” ujarnya. (apr/beritasampit.co.id)

Editor: DODY

baca juga ...  Lik Karso (Kopi dan Sakaratul Maut)
Bagikan:
Berita Populer