SAMPIT – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Hero Harapanno Mandouw meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan jemput bola guna antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Kita mendukung dinas terkait dengan gerakan sanitasi yang masih berjalan sampai saat ini, akan tetapi perlu adanya pengawasan secara instensif agar daerah-daerah yang rawan penyebarannya bisa terdeteksi secara dini,” ungkap Hero, Selasa (22/5/2018).
Legislator Partai Demokrat ini juga menjelaskan, sudah cukup banyak korban yang meninggal dunia akibat penyakit mematikan, yang sejatinya ditularkan melalui nyamuk tersebut.
“Sudah banyak korban, baik tua, muda, bahkan fatalnya anak-anak yang kita ketahui mereka tidak memiliki kekebalan tubuh seperti orang dewasa pada umumnya, ini jelas harus menjadi perhatian sekaligus warning bagi kita kedepannya,” ujar Hero.
Ia menilai, langkah sambang desa, melalui sosialisasi melibatkan peran tenaga medis yang ada di setiap kecamatan bahkan desa belum secara optimal dilaksanakan, sehingga berdampak hampir setiap tahun terjadi ada korban yang dirawat di RSUD Dr Murjani sampit teserang penyakit demam berdarah.
“Kita perlu data titik mana yang rawan DBD, apa saja yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, bisa jadi akibat kawasan pemukimannya kumuh dan sebagainya, perlu adanya sterilisasi, tahun lalu saja banyak yang masuk runah sakit karena Demam Berdarah ini,” ucapnya.
Pemerintah daerah dalam hal ini diminta lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat, melalui program yang sudah ada di lingkup Dinkes tersebut, visi dan misi dinas terkait perlu didorong agar menciptakan masyarakat yang bersih dan sehat.
“Harus kita dorong, program sehat sudah ada di Dinas terkait, program bersih juga ada di Dinas Lingkungan Hidup, visi dan misi dua instansi ini harus digalakan dengan basis kerja sesuai dengan tupoksi mereka masing-masing,” tutupnya.
(drm/beritasampit.co.id)










