Editor : Maulana Kawit
SAMPIT – Memasuki bonus demografi, peran usai produktif yang di dominan diisi generasi muda menjadi sesuatu kekuatan yang tak dapat dipungkiri, terlebih ditahun politik sekarang ini.
Bila dilihat dari potensi pemilih, kaum millenial selalu menjadi objek para politikus dalam hal ini calon anggota legislatif (caleg) untuk menjadi lumbung suara dalam rangka memenangkan pemilu.
Peran pemuda yang selalu disebut-sebut menjadi agen-agen perubahan sayang bila hanya menjadi objek politik, hal itu lah menurut Asrari Puadi, salah satu tokoh muda Kalimantan Tengah (Kalteng), yang mengajak anak muda untuk berpartisipasi dalam proses politik yang akan dihelat pada 17 April 2019 nanti.
Menurut Asrari, peran pemuda dalam politik sangat penting, karna anak muda penentu masa depan suatu daerah, dan lewat hak suara mereka juga pembangunan yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan baik dan benar.
“Anak muda harus terlibat, paling tidak datanglah ke tempat pemungutan suara (TPS), dan gunakan hak suara kita. Jangan sampai menyesal memilih caleg-caleg yang nanti akan bertugas membuat kebijakan penting bagi kita. Pastikan yang terpilih berkualitas,” ajakan Asrari, Kamis (14/2/2019) saat dihubungi via WhatsApp.
Lanjutnya, Asrari menyadari politik sering dipandang negatif oleh anak muda. Salah satunya karena adanya stigma bahwa politik itu kotor, seiring publikasi media massa tentang kasus hukum yang menjerat politisi dan kepala daerah yang semakin menambah penilaian negatif anak muda terhadap politik.
“Hari ini politik memang dipandang kotor, tapi jalan satu-satunya bukan lagi dengan hanya diam, anak muda harus bergerak agar politik semakin banyak diisi oleh orang-orang baik. Media sosial bisa jadi senjata kita untuk mengangkat orang-orang baik dan berkualitas agar lebih dikenal masyarakat,” kata pria yang menyelesaikan studi S2 Ketahanan Nasional ini.
(Im/Beritasampit.co.id)












