Fogging Tidak Berantas Penularan DBD

Editor: A Uga Gara

SAMPIT – Pemberantasan penularan demam berdarah dengue (DBD) merupakan tugas lintas sektor. Akan tetapi, DBD tidak bisa diberantas hanya melalui pengasapan (fogging). Alasannya, fogging hanya memberantas nyamuk dewasa.

“Fogging bukan menyelesaikan masalah. Yang lebih penting memberantas sarang-sarang nyamuk yang ada dilingkungan masing-masing,” ucap Kepala Puskesmas Baamang I Kecamatan Baamang Supriadi, Kamis (28/2/2019).

Supriadi menjelaskan, nyamuk suka berkembangbiak yang terdapat genangan air seperti di bak mandi, kaleng-kaleng bekas, ban bekas maupun baju yang dipakai kemudian digantung.

“Fogging memang masih perlu dilakukan. Hanya saja, fogging itu hanya memberantas nyamuk-nyamuk dewasa itupun hanya mampu sekitar 60 persen,” katanya.

Solusinya, lanjut Supriadi, harus ada dukungan lintas sektor termasuk masyarakat. Sebab, tanpa dukungan dan kesadaran masing-masing pemberantasan sarang nyamuk tidak ada hasilnya.

Sementara itu, Camat Baamang HM Yusransyah menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah melaksanakan program Jumat Bersih.

Tujuan program tersebut, katanya, mengajak masyarakat bergoyong royong membersihkan lingkungan dengan jadwal setiap jumat dilokasi berbeda.

Yusransyah mengungkapkan bahwa ada salah satu lingkungan di Kelurahan Baamang Tengah yang terkena penularan DBD. Setelah disurvei lapangan ternyata dilingkungan tersebut banyak terdapat ban-ban bekas.

“Kami harapkan dari dinas setempat melalui puskesmas agar membantu membagikan bubuk abate,” harap Yusransyah.

(ari/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Kukuhkan Forsesdasi Kalteng, Sekda Ingatkan ASN Netral di Pemilu 2019
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!