SAMPIT – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah berjuang maksimalkan anggaran yang ada demi Penerangan Jalan Umum (PJU) merata khususnya di kota Sampit.
Saat ini, Disperkim Kotim masih berjibaku melakukan pemasangan PJU di sejumlah tempat di kota Sampit yang belum tersentuh penerangan jalan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disperkim Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui kepala Seksi Bidang Prasarana Sarana dan Fasilitas Umum Rian Afriandi.
“Kita sudah anggarkan PJU, namun saat ini pembayaran PJU tidak full 1 tahun rekening, sekarang masih teranggarkan hanya 8 bulan yang harusnya 12 bulan. Berhubung anggarannya nanti dibahas waktu perubahan di dewan. Tapi kami nanti ada adakan, kami ada nyicil untuk PJU di Jalan Ahmad Yani pengadaan lampu LED, yang lebih bagus dari sebelumnya,” jelas Rian, Kamis 16 April 2020.
Ia juga mengaku terus berusaha menganggarkan sesuai kebutuhan yang telah di hitung. Rian mengatakan, secara usulan teknis dari pihaknya seluruh jalan di kota Sampit diterangi lampu.
“Usulan kami untuk tahun 2020 ini totalnya sekitar Rp 22 miliar. Hanya saja pada akhirnya yang diterima hanya Rp 300 juta. Kita juga bingung, dewan meminta kita maksimal dan serius untuk menangani PJU. Tetapi pada saat pembahasan anggaran, anggaran kita di coret dan yang terjadi kita terbatas,” ungkapnya.
Ia berharap, kepada DPRD melalui komisi IV agar responsif berkoordinasi terkait anggaran PJU tersebut. Mengingat, pengadaan PJU dan perawatan sangat mahal. Pada sementara waktu, ia menjelaskan nanti penanganan PJU agar maksimal menggunakan cara tambal sulam.
“Kita juga tidak tahu apakah ada prioritas yang lain atau konsentrasi pada anggaran apa. Yang jelas kami tidak menyalahkan dewan. Hanya saja kami meminta untuk mendukung anggaran agar tidak terbatas dan maksimal,” tutupnya.
Saat ini, sejumlah PJU dengan jenis yang lebih baik sudah di pasang dibeberap ruas jalan kota Sampit, termasuk sejumlah desa yang belum tersentuh PJU. (jmy/beritasampit.co.id).











