SAMPIT – Di tengah pandemi virus corona yang tengah melanda beberapa tempat khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng) pemerintah memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat untuk tetap dirumah saja, demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Covid-19.
Hal ini tampaknya tidak berlaku bagi sebagian siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di kecamatan parenggean kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah siswa masih saja melakukan perayaan kelulusan dengan berlebihan, mencoret-coret pakaian seragam sekolah mereka setelah pengumuman kelulusan.
Sejumlah foto di media sosial beredar belasan siswa dan siswi SMA merayakan kelulusan di Bukit Bajarau yang dipenuhi oleh padang rumput ilalang, tepatnya di dekat desa Bajarau kecamatan Parenggean, Rabu 6 Mei 2020.
Kepala sekolah SMAN 1 Parenggean, Mulyadi, saat dikonfirmasi wartawan beritasampit.co.id perihal peserta didiknya nya yang viral di media sosial saat mencoret seragam sekolah putih abu-abu, “Benar pak sudah saya wanti-wanti masih seperti ini, saya sudah kerjasama dengan polsek Parenggean, mudahan segera terinventarisir,” ujarnya.
Padahal, Dinas Pendidikan, Bidang Pendidikan Menengah Kalteng telah mengeluarkan surat edaran, melarang siswa yang mendapatkan kelulusan untuk tidak melakukan konvoi dan aksi coret-coret seragam sekolah. Apalagi ditengah pandemi seperti ini, mereka diimbau untuk tetap berada di dalam rumah agar mencegah penyebaran virus Covid-19. Sanksi menanti mereka yang melanggar imbauan tersebut.
“Saya Sudah sampaikan di grup apabila terjadi corat coret dan bergerombolan akan ditangkap oleh pihak kepolisian dan bukan tanggung jawab sekolah,” kata Mulyadi.
(Adi/beritasampit.co.id).











