SAMARINDA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim mengirim 60 orang perangkat desa dan Badan Musyawarah Desa (BPD) untuk mengikuti pelatihan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Balai Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, Yogyakarta.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Balai Pemdes atas kerja sama dalam rangka peningkatan kualitas SDM para perangkat desa dan BPD Kaltim,” kata Kepala DPMPD Kaltim Syirajuddin di Samarinda, Selasa 15 Maret 2022.
Ia mengatakan pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari untuk meningkatkan profesionalisme para perangkat desa dan BPD.
Sementara itu, Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan (Pemdeskel) DPMPD Kaltim Kasmawati mengatakan pelatihan tersebut diprioritaskan bagi desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal.
Meski demikian, ada juga yang statusnya berkembang, seperti dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang tidak memiliki desa dengan status tertinggal.
Menurutnya, peserta pelatihan diasramakan agar peserta fokus dalam proses pembelajaran dan meminimalkan risiko gangguan, karena tempatnya bukan di Kota Yogyakarta, tetapi di Kabupaten Sleman, yang relatif sepi.
Widyaiswara Ahli Utama dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim Jauhar Efendi memberikan apresiasi yang tinggi kepada DPMPD Kaltim. “Program pelatihan ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim,” kata Jauhar yang juga pemateri dalam agenda peningkatan kualitas SDM tersebut.
Jauhar menjelaskan banyak ilmu yang diberikan kepada peserta, baik yang berasal dari Balai Pemdes, DPMPD, UGM, BPSDM, maupun para praktisi yang bergerak di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
Setelah pelatihan peningkatan profesionalisme aparatur desa dan BPD, peserta juga mengikuti pelatihan studi komparasi ke Kelurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.
“Kelurahan Guwosari merupakan juara pertama lomba desa tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan, waktu diadakan studi komparasi, Kelurahan Guwosari sedang kedatangan Tim Penilai Lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Provinsi Yogyakarta, mewakili Kabupaten Bantul,” kata Jauhar. (Antara/beritasampit.co.id).











