Kasus Kekerdilan di Kapuas Turun Menjadi 25 Persen

Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, bersama istri Ary Egahni, disambut silat kuntaw Dayak, dalam acara sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Bataguh, Kamis (2/6/2022). ANTARA/All Ikhwan

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Ben Brahim S Bahat mengatakan bahwa kasus stunting (kekerdilan) di kabupaten setempat mengalami penurunan cukup signifikan, dari 42,37 persen menjadi 25 persen.

“Artinya, terjadi penurunan sekitar 17,38 persen,” kata Bupati Ben Brahim S Bahat di sela sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Bataguh, Jumat 3 Juni 2022.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas terus berupaya menurunkan angka stunting di daerah setempat. Salah satunya, dengan menggelar sosialisasi atau penyuluhan stunting dan Posyandu di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Bataguh.

BACA JUGA:   Satpol PP Kapuas Lakukan Pengawasan di SPBU

Dengan langkah dan strategi yang dilakukan pihaknya selama ini, sambungnya, Kabupaten Kapuas menjadi tingkat pertama di Provinsi Kalteng dalam penanganan stunting.

“Jadi, kita akan terus lakukan inovasi untuk penurunan stunting, dan pada tahun ini kita targetkan bisa turun sampai 15 persen,” harap bupati dua periode ini.

Sementara itu, Camat Bataguh Syuryadin berharap dengan dilaksanakannya sosialisasi atau penyuluhan stunting dan Posyandu tersebut, angka stunting di Kecamatan Bataguh bisa turun sampai nol persen.

“Jadi, kami harap angka stunting di Kecamatan Bataguh bisa turun sampai nol persen,” ucapnya.

BACA JUGA:   Pemkab Kapuas Dukung Kegiatan TMMD Berkelanjutan

Pemerintah Kecamatan Bataguh terus berupaya mendukung pemerintah daerah setempat dalam menurunkan stunting, termasuk di wilayahnya. Sehingga, apa yang menjadi harapan pemerintah yang menargetkan pada 2022 turun sampai 15 persen dapat tercapai.

“Stunting ini adalah program prioritas, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Tentunya langkah-langkah dan upaya untuk mendukung penurunan stunting terus kita lakukan, seperti melakukan sosialisasi bagaimana tata cara penanganan maupun penanggulangan stunting, sehingga apa yang menjadi harapan kita bisa terwujud,” kata Syuryadin.

ANTARA