Tindakan 2 Oknum Guru Melakukan Kekerasan Mendapat Perhatian Keras DPRD Kobar

Ilustrasi

PANGKALAN BUN – Tindakan 2 oknum Guru yang melakukan kekerasan terhadap muridnya, yang sempat viral di media sosial mendapat perhatian keras dari DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman menyampaikan, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius, mengingat saat ini dunia pendidikan sedang bertransformasi ke arah yang lebih baik dan rumah anak, sehingga jangan sampai ada cara mendidik dengan kekerasan.

“Intinya tindakan itu bukan merupakan contoh perilaku yang baik bagi tenaga pendidik, karena melakukan kekerasan kepada anak didiknya sendiri,” kata Bambang, Senin 6 Juni 2022.

Lanjut Bambang, bahwa bagaimanapun alasannya dan sekalipun anak didik itu punya salah, akan tetapi mendidik dengan kekerasan yaitu pemukulan bahkan viral melalui video itu memukul di bagian kepala, maka jelas bahwa cara mendidik seperti itu tidak dibenarkan.

BACA JUGA:   6 Fraksi DPRD Kobar Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021

“Jelas cara mendidik seperti itu tidak baik dan tidak beretika, maka ini menjadi perhatian bersama, bagaimana cara mendidik yang baik dan memberikan teguran sepantasnya pada anak didik kita,” tutur Bambang Suherman.

Diketahui, jika saat ini dunia pendidikan di Indonesia dan di Kobar khususnya sedang berupaya menciptakan pendidikan yang ramah anak, sehingga praktik perundungan atau buly, pelecehan, kekerasan bahkan radikalisme itu dihilangkan.

Dalam kesempatan tersebut Bambang juga mengapresiasi Disdik Provinsi Kalteng yang turun tangan langsung bersama Komisi Perlindungan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kobar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Semoga kasus ini tidak terulang kembali di Kabupaten Kobar. Mari bersama – sama kita wujudkan sekolah di Kabupaten Kobar menjadi Sekolah Ramah Anak, dan juga Ramah Tamah dari para pendidiknya,” ungkap Bambang.

BACA JUGA:   Anggota DPRD Kobar Hatnati Minta Keberadan Pustu di Kecamatan Kumai Diperhatikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah A Syaifudi sesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan 2 oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat yang tega menampar seorang siswa.

Kadisdik Kalteng telah turun ke lapangan menyikapi beredarnya video yang telah viral di media sosial. Peristiwa ini sempat terekam kamera ponsel. Dari video berdurasi 14 detik yang diunggah akun TikTok @dephanytta, tampak sejumlah siswa laki-laki dijejer di depan kelas, kemudian 2 oknum guru tiba-tiba menampar dengan cukup keras. Satu guru perempuan dan satu lagi guru laki-laki. (Man/beritasampit.co.id)