BPJN Tingkatkan Pengawasan Antisipasi Warga Berjualan di Jalan Layang Bukit Rawi

PALANGKA RAYA – Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Tengah (BPJN Kalteng) meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi aktivitas warga yang berjualan di tepian jalan layang, Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terkait warung yang ada,” kata Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah III Kalteng, Hanyi Ether Binti di Palangka Raya, Kamis 15 September 2022.

Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi terkait adanya sejumlah warga yang beberapa waktu lalu berjualan di tepi jalan layang Bukit Rawi. Meski belum diresmikan, jalan layang sepanjang sekitar 3,1 kilometer itu mulai dilintasi warga sejak 28 Agustus.

“Kami tegaskan, setiap orang dilarang berjualan di ruas jalan layang Bukit Rawi, termasuk di sepanjang area ‘emergency bay’ atau jalan tekuk darurat,” kata Hanyi Ether.

Dia menjelaskan, jalur yang lebar pada sepanjang area jalur tekuk darurat pada jalan layang Bukit Rawi, ditujukan bagi keadaan darurat seperti kendaraan mogok, ban bocor dan sebagainya.

“Jadi area ‘emergency bay’ yang ada bukan diperuntukkan sebagai tempat beristirahat apalagi untuk berjualan. Apa lagi jika digunakan untuk berjualan itu akan membahayakan pemakai jalan,” tegasnya.

Terkait dengan peristiwa terjadinya dua kali kecelakaan lalu lintas di jalan layang Bukit Rawi, Hanyi Ether menyampaikan kejadian itu didominasi karena faktor kelalaian pengemudi yang kurang mentaati rambu-rambu yang sudah ada.

“Namun jika diperlukan maka kami akan perbanyak lagi rambu rambu, termasuk larangan berjualan. Semoga pengguna jalan bisa lebih hati-hati dan mentaati rambu-rambu yang sudah ada,” katanya.

Dia menerangkan, kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat kecelakaan sudah diperbaiki, sehingga jalan layang Bukit Rawi kembali baik seperti semula.

“Kami juga minta pengendara tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyebabkan saluran pembuangan air buntu. Dampaknya bisa menyebabkan genangan air. Hal itu akan sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas,” kata Hanyi Ether.

baca juga ...  Nurul Edy Sebut Food Estate Diharapkan Melahirkan UKM di Desa

(ANTARA)

Bagikan:
Berita Populer