PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengerahkan 175 regu pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Pemerintah menargetkan titik-titik kebakaran yang menjadi sasaran penanganan dapat dituntaskan dalam waktu dua pekan melalui penguatan personel, optimalisasi sarana pemadaman, dan pemanfaatan sumber air.
Upaya tersebut disampaikan Hanif saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangka evaluasi penanggulangan karhutla terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah, di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Dalam peninjauan tersebut, penanganan difokuskan pada dua kawasan, yakni Jalan Talawang Raya dengan luasan sekitar 360 hektare dan Bulu Merindu sekitar 320 hektare. Seluruh kekuatan personel dan peralatan dikerahkan untuk mempercepat pemadaman serta mencegah munculnya titik api baru.
“Untuk wilayah Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat. Seluruh komponen kita kerahkan melalui semangat gotong royong, dengan dukungan pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta asosiasi perusahaan perkebunan dan kehutanan,” ujar Hanif.
Ia menjelaskan, strategi penanganan akan diperkuat melalui pembentukan 36 kelompok kerja yang disesuaikan dengan sebaran titik kebakaran dan lokasi sumber air. Pemerintah juga akan mengoptimalkan pompa-pompa air yang telah dibangun oleh Pemprov Kalteng bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah, termasuk memanfaatkan air permukaan untuk mendukung pemadaman.
Menurut Hanif, langkah tersebut diperlukan agar penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan hujan, tetapi juga dilakukan secara intensif dan berkelanjutan hingga api benar-benar padam.
“Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air,” tegasnya.
Penanganan karhutla juga dilaksanakan secara bersamaan di Kabupaten Pulang Pisau dengan pengerahan kekuatan tambahan. Sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, barisan pemadam kebakaran, serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah Kalteng.
(Syauqi)











