PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyampaikan berbagai hal strategis guna mengatasi inflasi, salah satunya melalui forum rapat koordinasi penyelenggaraan pemerintah desa yang diikuti 4.178 peserta terdiri dari para Kades, Ketua TP-PKK Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas se-Kalteng di Aula Jayang Tingang.
Kata Sugianto Sabran, penting menekan Inflasi, karena inflasi mempengaruhi daya beli dan menghambat kesejahteraan masyarakat yang berdampak sangat signifikan terhadap meningkatnya angka kemiskinan.
“Kita di sini untuk bersama bahu-menbahu menangani inflasi Kalteng dan ketahanan pangan di Kalteng. Kelengahan yang menimbulkan inflasi saat ini, jangan sampai terulang kembali,” katanya, Kamis 15 September 2022.
Untuk itu ia meminta ada tindakan konkret kepala daerah sebagai upaya jangka pendek dan jangka panjang, antara lain menyiapkan lahan dalam rangka membentuk ketahanan pangan mandiri khususnya untuk komoditas terdampak inflasi seperti cabai keriting dan cabai rawit, daging babi, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah.
“Saya minta usahakan komoditas dapat dihasilkan secara lokal. Kita harus mandiri membentuk ketahanan pangan. Kalteng harus punya sendiri. Ketahanan pangan Kalteng dari desa, saya yakin jika bergerak bersama, kita bisa menjadi contoh provinsi pertama yang memiliki ketahanan pangan sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan Bupati untuk menurunkan tarif rumah sakit yang juga menyumbang inflasi Kalteng di Sampit. “Masyarakat sedang susah, yang penting ekonomi terjaga dan masyarakat terlayani kesehatan. Kita ini kan pelayan,” lugasnya.
Sugianto juga meminta para kepala daerah membantu masyarakat yang miskin tidak mampu. Dekat ke masyarakat agar mereka merasa ada pemimpin yang mengayomi.
Berdasarkan data rilis BPS pada Agustus 2022 menunjukkan inflasi Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 6,94 persen. Data dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah terdapat lima besar komoditas penyumbang inflasi seperti tarif angkutan udara, bawang merah, beras dan ikan tongkol dan ikan nila serta kenaikan tarif Rumah Sakit dan PDAM di Sampit. (Hardi).











