BPS Kalteng Rekrut 5.156 Petugas untuk Pendataan Regsosek

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah merekrut dan melatih sebanyak 5.156 petugas untuk menyukseskan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (regsosek) dari 15 Oktober hingga 14 November 2022 di wilayah provinsi setempat.

“Regsosek merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” kata Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro di Palangka Raya, Senin 10 Oktober 2022.

Menurut dia, petugas pendataan itu terdiri dari 3.859 PPL, 1.010 PPM, koseka 178 orang, instruktur 109 orang. Selain itu direkrut juga 1.088 orang sebagai petugas pengolahan data dan 27 orang sebagai instruktur. Termasuk petugas Forum Konsultasi Publik (FKP) sebanyak 220 orang yang terdiri dari 105 fasilitator, 105 asisten fasilitator, pengolahan delapan orang dan dua instruktur.

Setelah dilakukan pendataan dan pengolahan data hingga dibuat perengkingan, kata dia, BPS akan kembali melakukan forum konsultasi publik kepada perangkat desa maupun kelurahan. FKP tersebut sebagai upaya memastikan kembali apakah data-data regsosek tersebut sudah benar adanya atau ada koreksi.

“Kami harus akui pendataan awal regsosek ini berat karena baru pertama kali dilakukan di Indonesia, dan jumlah pertanyaan relatif banyak. Tetapi dengan pengalaman kami selama ini, termasuk sensus penduduk, optimis pelaksanaan regsosek ini bisa sesuai harapan. Tentunya kami mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah dari hingga ke tingkat pemerintah desa/kelurahan,” kata Eko.

Dia mengatakan, data dari hasil regsosek ini banyak manfaatnya, bukan hanya sebagai basis data kependudukan tapi juga menjadi acuan pemerintah dalam menentukan siapa saja masyarakat yang layak untuk mendapatkan bantuan.

Adapun pemanfaatan data regsosek yakni, pelayanan pembuatan dan pembaharuan KTP, akta kelahiran, KK, KIA, termasuk pelayanan secara door-to door bagi lansia dan disabilitas. Sinkronisasi, pemadanan, serta verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan seperti vaksin, bantuan sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, dan sebagainya.

baca juga ...  Kementerian BUMN Dukung Surveyor Indonesia Gencarkan Sertifikasi TKDN

Kemudian, sumber data Musrenbangdes dan Musrenbang kabupaten/kota, pembangunan infrastruktur baik itu air bersih, MCK ataupun jamban, rumah, pembebrian bantuan kursi roda, advokasi kebutuhan listrik, serta lainnya.

“Data regsosek itu juga jadi acuan pembentuk kelompok usaha/manajemen bersama, inisiasi program pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan UMKM lainnya,” kata Eko.

Untuk itu, Kepala BPS Kalteng itu pun berharap kepada seluruh masyarakat di Kalteng dapat berperan aktif mengikuti pendataan awal regsosek sekaligus memberikan data yang sebenar-benarnya kepada para petugas.

“Ada banyak manfaat yang dapat diterima bila terdata di regsosek. Jadi, kami berharap jangan sampai ada masyarakat di Kalteng yang tidak terdata dalam pendataan awal regsosek ini,” jelas Eko.

(ANTARA)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!