Wahid Yusuf : Hasil Riksus Kita Tunggu, Berani Berbuat Siap Bertanggungjawab

BAIM/BERITASAMPIT - Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf (tengah) saat memimpin rapat paripurna penyampaian KUA-PPAS.  

PALANGKA RAYA – Jajaran DPRD Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih masih menunggu tindak lanjut hasil Pemeriksaan Khusus (Riksus), yang dilakukan oleh Inspektorat setempat terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palangka Raya atas kasus dugaan pemukulan terhadap personilnya di Bandar Udara Tjilik Riwut beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf mengakui hingga kini pihaknya masih menunggu hasil Riksus dimaksudkan dari Walikota Palangka Raya. Padahal, kata Wahid Yusuf, dirinya bisa saja menanyakan hasil Riksus tersebut kepada Inspektorat langsung.

“Yang jelas, hasil dari Riksus itu masih kita tunggu, sebenarnya kami bisa saja menanyakan hasil Riksus itu ke inspektorat langsung. Tetapi kita menghargai Walikota, Akan tetapi bila Walikota tidak menyampaikan itu, tidak etis kalau kita menyampaikan terlebih dahulu,” ujarnya usai rapat paripurna, Rabu 2 November 2022 malam, di Palangka Raya.

BACA JUGA:   Rujab Ketua DPRD Kota Palangka Raya Digrebek BPS, Kok Bisa

Legislator partai Golongan Karya ini juga bahkan memohon kepada Walikota agar sesegara mungkin menindaklanjuti hasil Riksus tersebut.Wahid juga menyinggung soal pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya yang menyatakan bakal ada hukuman terhadap Kadishub Alman P. Pakpahan itu.

“Ibu Sekda ada berbicara bakal ada hukuman, dan itu wajib, karena mengingat itu contoh yang tidak baik,” kata dia.

Dipertegas oleh Wahid, kalau memang tindakan pemukulan itu untuk pendisiplinan tak elok jika ada unsur pemukulan, dan jika perbuatan pemukulan oleh salah satu kepala SOPD tersebut dibenarkan maka imbasnya bisa kepada kepala SOPD yang lainnya pun bisa melakukan hal serupa kepada personilnya.

BACA JUGA:   Wahid Yusuf: Walikota Harus Mengevaluasi Kadishub 

“Tidak dibenarkan kepala SOPD memukul itu, pada intinya berani berbuat, berani bertanggung jawab. Tidak perlu membela diri, kalau memang sudah tahu itu salah ya hadapi saja. Kalau saya pribadi pasti akan saya hadapi tak perlu pakai pengacara segala,” tegas Wahid Yusuf.

(im)

(Visited 32 times, 1 visits today)