SAMPIT – Olahraga tradisional sepak sawut menjadi salah satu andalan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang nantinya berlaga pada Festival Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah bulan Mei tahun 2023 ini.
“Untuk sepak sawut di tahun 2019 lalu kita termasuk yang dijagokan, karena kita mempunyai atlet-atlet yang unggul dan sudah dipilih bukan melalui sistem grup tapi seleksi,” jelas Pamung Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Darso, yang juga selaku PPTK Festival Habaring Harung dan Isen Mulang Kotim, Jumat 11 Maret malam.
Bagi tim yang berhasil menjadi juara pada pertandingan sepak sawut di festival habaring hurung dan isen mulang Kotim, memiliki kesempatan mewakili Kotim ke tingkat provinsi.
“Jadi para pemenang juara 1,2,3 dan 4 dalam kegiatan sepak sawut ini nanti akan diseleksi dalam minggu ini, dan ada 8 atlet yang terpilih nanti mewakili Kotim ke tingkat provinsi di festival budaya isen mulang yang diperkirakan tanggal 14 Mei dikota Palangka Raya,” kata Darso.

Sebelumnya, pertandingan sepak sawut pada festival isen mulang di Sampit telah mempertemukan sebanyak tujuh tim yakni SMK 4, SMK 3, KFG FC, Rojok FC, Penyang FC, Baamang dan MM 1.
Pertandingan digelar selama 2 x 10 menit, dengan menggunakan bola dari batok kelapa yang dibaluri minyak serta dibakar.
Memang terlihat ekstrim, namun bagi para peserta olahraga tradisional sepak sawut ini menjadi sebuah tantangan, bahkan mereka tidak merasa takut dengan bola api dari kelapa yang ditendang menggunakan kaki telanjang.
Dari tujuh tim yang bertanding, tampil sebagai juara 1 yakni dari tim Rojok FC, juara 2 FKG FC, Juara 3 SMK 3 dab juara ke 4 adalah Penyang FC.
Keempat tim tersebut nantinya berhak mengikuti seleksi, dan atlet yang terbaik nantinya diambil oleh koordinator sepak sawut berhak menjadi wakil Kotim pada festival isen mulang di Palangka Raya mendatang. (ilm)











