PALANGKA RAYA – Jemaah haji Indonesia termasuk asal Kalimantan Tengah mulai diberangkatkan ke Arafah pada hari ini, Senin 26 Juni 2023. Di sana mereka akan menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang dimulai dengan ritual wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1444 H atau Selasa, 27 Juni 2023.
Terkait hal itu, Kakanwil Kemenag Kalteng Noor Fahmi selaku Tim Monev PPIH, mengatakan, total ada 1.710 jemaah haji reguler asal Kalteng yang kini sudah berada di Makkah dan bersiap menjalani prosesi puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna).
“Jemaah akan diberangkatkan ke Arafah hari ini mulai pukul 07.00 sampai 24.00 waktu setempat dengan difasilitasi Maktab masing-masing,” katanya dikutip di Palangka Raya, Senin 26 Juni 2023.
Dia mengungkap, Pemerintah Arab Saudi telah mengalokasikan 21 bus untuk setiap Maktab jemaah haji Indonesia. Dengan jumlah rata-rata sekitar 3.000 jemaah per maktab, 21 bus tersebut diperkirakan hanya membutuhkan tiga kali perjalanan untuk mengangkut seluruh jemaah ke Arafah.
Menurutnya jemaah diberangkatkan secara bertahap dengan menggunakan bus sehingga proses pemindahannya bisa berjalan tertib dan lancar. Karena itu, Noor Fahmi mengimbau jemaah memperhatikan jadwal keberangkatan yang telah dibuat petugas.
“Jangan sampai ada jamaah yang semestinya berangkat pukul 4 sore, pagi-pagi sudah memenuhi lobi, sehingga mengganggu kelancaran pergerakan dari Makkah ke Arafah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1444 Hijriyah atau 27 Juni 2023, jamaah akan bergerak dari Arafah menuju ke Mudzalifah mulai habis sholat magrib untuk melakukan Mabit. Kemudian setelah melewati tengah malam jamaah akan bertolak ke Mina dan melaksanakan ritual lempar Jumrah Aqabah dan dilanjutkan pada paginya 28 Juni 2023 dengan Tahallul Awal.
Pada Kamis, 29 Juni 2023, jemaah mulai dini hari hingga sebelum waktu Magrib akan melaksanakan Jamarat atau Lempar Jumrah pertama. Dilanjutkan Jumat, 30 Juni 2023, jemaah melaksanakan Jamarat, lempar Jumrah kedua.
Besoknya yaitu Sabtu, 1 Juli 2023 bagi jemaah yang melakukan Nafar Awal akan kembali ke Makkah untuk melaksanakan Tawaf dan Sai di Masjidil Haram. Sementara bagi jemaah yang bertahan di Mina akan melaksanakan lempar Jumrah atau Nafar Tsani mulai pagi sampai siang hari, dan baru kembali ke Makkah pada Ahad 2 Juli 2o23.
Ia juga mengingatkan jemaah, puncak ibadah haji ini penuh pergerakan karena itu kesehatan dan kebugaran fisik menjadi modal dalam kesempurnaan ibadah ini.
“Siapkan jiwa dan raga jelang Armuzna, catat waktunya dan ikuti arahan petugas,” pungkasnya. (Hardi).











