NANGA BULIK – Hujan deras selama dua hari berturut-turut melumpuhkan Desa Toka, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau.
Sabtu (8/7/2023), debit air Sungai Bulik meluap, mengakibatkan banjir besar yang menghancurkan jembatan vital sepanjang 60 meter dengan lebar 7,5 meter.
Jembatan penghubung Desa Toka dengan Kecamatan Menthobi Raya ini kini tak bisa dilalui. Akibatnya, warga terpaksa menempuh jalan memutar sejauh 15 km untuk bisa mencapai jalan lintas utama.
Bahkan, tak sedikit yang nekat menggunakan rakit demi mempersingkat perjalanan meski risikonya tinggi.
“Anak-anak sekolah sekarang harus memutar jauh atau pakai rakit. Tapi rakit ini nggak menjamin keselamatan mereka,” ujar Ari salah satu warga Desa Toka.
Selain memutus akses transportasi, banjir ini juga membuat fasilitas pendidikan dan kesehatan lumpuh total. Sekolah-sekolah, termasuk SMK di Desa Toka, kini sulit dijangkau.
“Kerusakan infrastrukturnya parah. Kami masih terus mendata dampaknya ke masyarakat,” kata Joni saat dikonfirmasi. (9/7/2023)
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana yang langsung turun ke lokasi menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat bergerak cepat.
“Jembatan ini bukan cuma penghubung Desa Toka dengan Desa Merambang, tapi juga akses utama anak-anak sekolah dan aktivitas warga. Kami berharap ada kolaborasi semua pihak untuk perbaikan segera,” tegasnya.
Saat ini, masyarakat berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk membangun kembali jembatan tersebut. Selain untuk memulihkan aktivitas sehari-hari, perbaikan jembatan juga dinilai krusial untuk keselamatan dan kesejahteraan warga.
(Andre)











