SAMPIT – Jembatan di Jalan Bumi Raya 3 Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kondisinya rusak dan runtuh karena tergerus arus Sungai Baamang yang deras.
Dari keterangan warga setempat, Nurdin menyampaikan jembatan tersebut terbuat dari kayu dan diisi pasir diatasnya, sehingga ketika terkena arus deras maka pasirnya tergerus dan kondisinya saat ini berlubang.
“Kondisinya runtuh karena pasirnya tergerus arus sungai yang deras adanya pengerukan Sungai Baamang, kemudian dipasangi penghalang karena tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Ia menyampaikan hendaknya jembatan tersebut bisa dibangun yang lebih kuat dan memadai karena sudah ada pengerukan di Sungai Baamang yang sekarang arusnya sudah lancar.
“Tentunya kami mendukung pengerukan sungai agar arus bisa lancar dan air mengalir sehingga tidak terjadi banjir, sehingga perlu adanya jembatan yang kuat juga,” ungkapnya.
Termasuk juga jalannya diperbaiki karena masyarakat sudah banyak yang ada di perumahan Bumi Raya 3, tiap hari harus melewati jalan rusak, bergelombang dan sudah bertahun-tahun tidak diaspal.
Diketahui bahwa pengerukan Sungai Baamang dengan menggunakan ekskavator ampibi seharga Rp5,3 miliar itu terus dilakukan sejak 26 September 2023 lalu, mulai dari Sungai Kalibaru Jalan Menteng belakang Citimal Sampit ditargetkan hingga samping Puskesmas Baamang II.
Demi mencegah terjadinya banjir khususnya wilayah perumahan yang dilalui Sungai Baamang mulai dari perumahan Jalan Walter Hugo, Bumi Raya, Wengga, Tidar, Sawahan hingga tembus Jalan Pramuka belakang Citimal.
Setelah Sungai Baamang maka rencana selanjutnya adalah normalisasi yang ada di dalam Kota seperti Sungai Mentawa, sesuai visi misi Bupati yaitu Sampit bebas banjir. (Nardi)











