PALANGKA RAYA – Event Union Cycliste Internationale (UCI) Mountain Bike (MTB) Eliminator World Cup 2024 Palangka Raya berlangsung sengit. Event tersebut diselenggarakan di Sirkuit SG 1978, Komplek Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Minggu 19 Mei 2024.
Atlet MTB mancanegara berdatangan ke Kota Cantik memperebutkan point untuk bisa lolos, dan bertanding kembali 24-26 Mei 2024 di Ceko. Pertandingan MTB tersebut didatangi oleh 43 atlet MTB, diantaranya, 10 perempuan 33 pria dari 17 negara berbeda.
Laga untuk memperebutkan point itu berlangsung panas, seperti selip menyelip di Arena Sirkuit SG 1973 yang panjang lurus, saling kebut-kebutan saat naiki bukit Sirkuit yang tinggi, dan menikung di tikungannya Sirkuit yang tajam.
Tidak hanya itu, saat pertengahan round, ada dua atlet MTB menjadi korban Sirkuit SG 1973 karena terjatuh. Hal itu terjadi ketika jalan lurus keduanya, ingin selip menyelip tidak sengaja terhempas gengaman tangannya kemudian bentrok mengakibatkan jatuh.
Kedua atlet tersebut terpaksa berhenti disebabkan tidak bisa lagi melanjutkan pertandingan. Para tim media dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Tengah langsung sigap untuk melakukan pertolongan pertama kepada dua atlet itu.
Selain itu, dua atlet MTB dari Indonesia juga mengalami kejadian diluar kendali mereka saat melintas Sirkuit SG 1973, yaitu mengalami ban bocor.
“Luar biasa Sirkuit SG 1973 Palangka Raya kali ini seru sekali, atletnya saling rebutan point namun lupa bahwa Sirkutnya bertambah obstacle jadi tambah curam,” ucap salah satu warga Kalteng, Andi saat sedang asik menonton kepada Berita Sampit.
Ribuan masyarakat Kalimantan Tengah menonton event tersebut, terlebih tiket masuk digratiskan. Hal tersebut digratiskan karena sebagai hadiah dari Gubernur Kalimantan Tengah untuk masyarakatnya.
“Semoga saja tahun depan event UCI MTB Eliminator World Cup di Palangka Raya lagi, dan lebih banyak lagi eventnya,” tukasnya.
(Sya’ban)











