NANGA BULIK – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di halaman TK Kemala Bhayangkari Cabang Lamandau. Berbagai suara tawa dan semangat anak-anak yang berlomba terdengar di mana-mana.
Dengan mengusung tema “Nusantara Baru Indonesia Maju”, perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia kali ini menjadi momen yang penuh warna bagi para siswa-siswi TK tersebut.
Tak hanya anak-anak yang antusias, orang tua dan para guru pun tampak terlibat aktif dalam memeriahkan acara. Perlombaan dimulai dengan balapan karung, dilanjutkan dengan lomba memindahkan kelereng, dan diakhiri dengan lomba menyusun balok.
Semua kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Kapolres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono, yang hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lamandau, Ny. Vivi Bronto, tampak menyapa para peserta dan memberikan semangat.
“Mengajarkan sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan cukup penting,” ujar Kapolres.
Dengan senyum di wajahnya, Ny. Vivi Bronto mengatakan Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, dengan kegiatan seperti ini, dirinya berharap mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang cinta tanah air dan siap membangun daerah untuk yang lebih baik.
Suasana semakin meriah ketika para pemenang diumumkan. Sorak-sorai anak-anak yang memenangkan lomba bercampur dengan tepuk tangan dari para orang tua yang bangga melihat semangat juang putra-putri mereka.
Di balik kemeriahan itu, terbesit pesan mendalam yang ingin disampaikan. Menurut para guru, lomba ini lebih dari sekadar permainan.
“Melalui permainan, anak-anak belajar bekerja sama, menghargai teman, dan yang terpenting, mengenal makna perjuangan. Mereka belajar bahwa dengan usaha dan kerja keras, mereka bisa mencapai sesuatu yang mereka impikan,” kata salah satu guru di TK Kemala Bhayangkari.
Perayaan Hari Kemerdekaan di TK Bhayangkari ini seolah menjadi miniatur perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Dengan semangat yang sama, diharapkan anak-anak ini kelak bisa menjadi pejuang di bidangnya masing-masing, membangun negeri dengan rasa cinta dan bangga sebagai anak bangsa.
Ketika anak-anak akhirnya beranjak pulang dengan hadiah di tangan dan senyum di wajah, terlihat jelas bahwa semangat dalam sebuah perlombaan untuk menanam jiwa kemerdekaan telah tertanam di hati mereka.
TK Bhayangkari berhasil bukan hanya mengajarkan mereka arti kemenangan dalam permainan, tetapi juga memberikan mereka pemahaman tentang nilai-nilai luhur yang harus dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini juga menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun punya cara mereka sendiri untuk merayakan dan mengenang perjuangan para pahlawan, sembari belajar menjadi generasi yang siap melanjutkan estafet perjuangan menuju daerah yang lebih maju.
(andre)











