Dewan Sebut Maraknya Tawuran-Kenakalan Remaja Dipicu Kemudahan Akses Informasi dan Pesatnya Arus Globalisasi

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menilai bahwa fenomena tawuran dan kenakalan remaja merupakan salah satu dampak negatif dari kemudahan akses informasi melalui media sosial dan globalisasi yang semakin pesat.

“Akses informasi arus globalisasi saat ini semakin mudah dengan penggunaan ponsel yang membuat anak-anak lebih rentan, hal positif dan negatif ada didalamnya,” kata Riskon, Minggu 15 September 2024.

Riskon menyampaikan untuk itu anak-anak perlu dibekali dengan pemahaman untuk tidak meniru segala yang ada di media sosial, melainkan hanya mengambil hal-hal yang bermanfaat dan positif.

Orang tua sebagai pihak terdekat dengan anak memegang peran penting dalam memberikan edukasi.

“Selain itu, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan remaja di Sampit kepada kegiatan yang positif,” ujarnya.

Politisi Golkar ini menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan masyarakat untuk membimbing para remaja agar tidak terjerumus meniru perilaku negatif akibat pengaruh globalisasi.

Ia menambahkan bahwa remaja sering kali mencari jati diri melalui tindakan yang kurang tepat, sehingga dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh untuk mengalihkan mereka dari aktivitas negatif menuju hal yang lebih positif.

Masalah kenakalan remaja, terutama tawuran yang semakin sering terjadi di Kota Sampit, menjadi perhatian serius. Menurutnya, upaya penanganan masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, orang tua, dan aparat keamanan.

Riskon menyoroti pentingnya patroli rutin oleh aparat keamanan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran remaja. Di samping itu, peran preventif dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), dan ormas keagamaan sangat diperlukan.

“Kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memberikan arahan dan pendidikan yang tepat bagi remaja, sehingga perilaku negatif dapat ditekan dan perilaku positif lebih dikedepankan,” ungkapnya.

baca juga ...  Cegah Stunting, Penuhi Asupan Gizi Pada Anak

Akhir-akhir ini, aksi tawuran sering terjadi di area keramaian pada malam hari di Kota Sampit, seperti di Nur Mentaya, taman kota, pinggir jalan, hingga tempat hiburan malam. Kondisi ini membuat masyarakat resah dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dari pihak keamanan.

(nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!