PALANGKA RAYA – Dalam acara ruang gagasan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) bertajuk “Kupas Tuntas Gagasan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah,” pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng nomor urut satu, Willy Midel Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya, menghadapi gelombang pertanyaan dari civitas akademika dan mahasiswa pada Selasa 24 September 2024.
Acara yang berlangsung di Aula Palangka ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang antusias mendengarkan visi dan misi pasangan itu.
Selama sesi tanya jawab, berbagai isu dibahas, mulai dari pendidikan, ekonomi, hukum, hingga perhatian terhadap masyarakat adat. Willy dengan percaya diri dan santai menjawab setiap pertanyaan, menunjukkan pengetahuan dan ketertarikan yang mendalam terhadap isu-isu yang diangkat oleh mahasiswa.
Salah satu pertanyaan yang menonjol terkait pengesahan Peraturan Daerah (Perda) mengenai masyarakat adat, yang hingga saat ini belum mendapatkan perhatian serius.
Willy menegaskan, “Sejak 2015, pengajuan Perda terkait masyarakat adat belum disahkan. Kami, Willy-Habib, berkomitmen untuk mendorong pengesahan Perda ini pada tahun 2025 ketika kami memimpin,” Pernyataan ini disambut antusias oleh mahasiswa yang hadir, mencerminkan harapan mereka terhadap keadilan bagi masyarakat adat.
Selain isu masyarakat adat, pertanyaan lain yang muncul berkisar pada sektor pendidikan. Willy mengungkapkan komitmennya untuk memberikan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa di Kalteng, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pendidikan sangat penting untuk membangun Kalteng. Ketika kami memimpin, kami akan membantu dalam memberikan bantuan beasiswa,” ujarnya.
Habib juga menekankan pentingnya kesejahteraan guru dan dosen, sebagai ujung tombak dalam mencerdaskan generasi penerus.
“Kami percaya, jika kita ingin maju, kita harus memastikan bahwa para pendidik kita sejahtera dan memiliki akses yang baik terhadap sumber daya,” tambah Habib.
Para mahasiswa tampak puas dengan respons yang diberikan pasangan calon ini, dan suasana diskusi semakin hidup dengan interaksi aktif.
Banyak di antara mereka yang mengungkapkan apresiasi terhadap sikap terbuka Willy-Habib dalam mendengarkan aspirasi dan masukan dari generasi muda.
Willy-Habib menutup sesi tersebut dengan harapan bahwa dialog seperti ini dapat terus terjalin, dan mereka berkomitmen untuk melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan Kalimantan Tengah ke depan.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif, pasangan ini yakin bisa membawa Kalteng menuju kemajuan yang lebih baik.
(Sya’ban)











