Disdik Kotim Sebut Pembangunan Sekolah Baru Perlu Kajian-Pemetaan dari Bapperida untuk Memastikan Lokasi

SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, M Irfansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) perlu didukung oleh pemetaan yang matang dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk memastikan lokasi yang tepat.

Hal ini menjawab pertanyaan DPRD Kotim yang menyampaikan perlunya sekolah baru karena jumlah penduduk semakin banyak, ia menekankan pentingnya sinergi dengan Bapperida agar USB dapat ditempatkan di wilayah yang benar-benar membutuhkan, dan berkonsultasi dengan Dinas Tata Ruang.

Menurut Irfansyah, aturan saat ini menetapkan bahwa jarak antar sekolah baru harus diperhatikan, aturannya adalah minimal tiga kilometer antar SD dan enam kilometer antar SMP.

“Jadi tidak boleh berdekatan seperti dulu, seperti SMAN 2, SMAN 3, dan SMKN 1 yang berada di satu kawasan, Jalan Ki Hajar Dewantara atau area Taman Siswa, namun kini lokasi sekolah harus tersebar guna mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujarnya, Jumat 15 November 2024.

“Pemetaan ini juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan anak usia sekolah di setiap wilayah. Untuk pembangunan SMP, misalnya, perlu diperhatikan jumlah sekolah dasar di sekitar yang menjadi penyokong serta lulusan yang akan melanjutkan ke jenjang SMP tersebut,” imbuhnya.

Irfansyah menambahkan, wilayah yang sedang berkembang seperti kawasan lingkar selatan dan utara Sampit sudah banyak perumahan berdiri.

“Pihak pengembang perumahan seharusnya menyediakan fasilitas umum termasuk sekolah. Seperti di Wengga Metropolitan, Pemkab Kotim telah meminta lahan untuk membangun SMPN 11 dan lahan untuk SDN 1 Baamang Barat. Demikian juga di Perumahan Arjuno, ada lahan untuk SDN 5 Baamang Hulu yang dipindahkan ke sana,” jelasnya.

Selain di perkotaan, pemetaan pembangunan sekolah juga dilakukan di seluruh kecamatan Kotim, termasuk Parenggean yang sekarang semakin berkembang jumlah penduduknya.

baca juga ...  Dinkes Sukamara Pantau Penyebaran DBD Secara Online

Namun saat ini Disdik Kotim lebih fokus menambah ruang kelas di sekolah-sekolah yang sudah berdiri, karena mencari lahan untuk sekolah baru juga cukup sulit.

“Ada beberapa sekolah yang mengusulkan penambahan ruang kelas karena populasi penduduk yang terus bertambah,” ungkapnya.

Kondisi pertumbuhan penduduk tidak mengharuskan pihaknya untuk membangun sekolah baru. Disamping membutuhkan anggaran yang besar, pemenuhan persyaratan agar mendapat izin dari kementerian juga tidak mudah.

Ia menambahkan bahwa sekolah swasta yang sekarang sering mengeluhkan sedikitnya murid. Untuk itu ia mendorong agar anak-anak yang tidak lulus di negeri bisa masuk sekolah swasta.

Disdik Kotim berupaya agar pendidikan sekolah negeri dan swasta bisa saling bersaing dalam hal mutu dan kualitas untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.

(nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!