JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin menilai pelaku UMKM sangat berperan penting dalam meningkatkan kontribusi bidang pariwisata guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Mukhtarudin menyampaikan hal itu, menanggapi pemerintahan Prabowo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dapat tercapai pada tahun 2028-2029 mendatang.
“Ya, tentu saya kira sektor UMKM pariwisata perlu dikembangkan, dengan harapan target pertumbuhan 8% persen bisa dapat tercapai,” ujar Mukhtarudin, Selasa 3 Desember 2024.
Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan sebagai negara kepulauan dengan beragam destinasi wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner.
“Maka sektor pariwisata memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi ke depannya,” imbuh Mukhtarudin.
Mengingat, lanjut Mukhtarudin, pariwisata tidak hanya memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan negara melalui pajak dan retribusi.
“Tapi, juga memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja bagi masyarakat lokal terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata alam dan budaya,” imbuh Mukhtarudin.
Target devisa dari pariwisata sebesar 22,1 miliar dolar AS pada 2025, atau lebih besar dari tahun ini yaitu 7,38 miliar-13,08 miliar dolar AS. Target kunjungan turis asing pun meningkat menjadi 17 juta, naik dari proyeksi tahun 2024 yang sebesar 10,41-14,3 juta.
Sementara untuk sektor ekonomi kreatif, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 5,15 persen. Pemerintah juga memiliki target tenaga kerja ekonomi kreatif dengan 74,58 juta orang pada 2025, atau meningkat dari target tahun ini yang hanya 24,34 juta.
Fraksi Golkar Senayan tentu mendorong pemerintahan kabinet Merah-putih Prabowo-Gibran terus meningkatkan promosi pariwisata dan memperbaiki infrastruktur pada destinasi wisata seluruh daerah di Indonesia.
Peraih penghargaan tokoh peduli daerah terbaik parlemen Award 2023 ini juga meminta pemerintah daerah (Pemda) bisa berperan aktif dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Sehingga terjadi sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, dengan begitu target pertumbuhan sebesar 8% dapat tercapai pada tahun 2028-2029 dapat tercapai,” pungkas Mukhtarudin.
(Adista)











