Mukhtarudin Sebut Pembatasan BBM Bersubsidi Bagi Ojol Belum Final

JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtaruddin meminta masyarakat tidak terlalu reaktif dan buru-buru menyimpulkan akan adanya pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk pelaku usaha Ojek Online (Ojol).

Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini menegaskan bahwa pemerintah tentu mengambil kebijakan yang terbaik dan memastikan BBM bersubsidi dikelola secara berkeadilan dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Terkait larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi bag Ojol, Fraksi Golkar meminta masyarakat untuk tidak terlalu reaktif dan tidak buru-buru menyimpulkan atau menanggapi karena kebijakan pembatasan BBM subsidi ini seluruhnya masih dalam tahap pembahasan,” tegas Mukhtarudin Selasa, 3 Desember 2024.

Mukhtaruddin bisa memahami jika Ojol faktanya adalah sebagai transportasi publik dan pekerjanya mayoritas adalah dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Saat ini pemerintah sedang melakukan Exercise membahas opsi pengaturan tentang pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Maka fraksi partai Golkar mengharapkan agar pemerintah tetap mengakomodir bahwa Ojol tetap bisa membeli BBM bersubsidi.

Apalagi, lanjut Mukhtarudin situasi ekonomi saat ini masih belum terlalu stabil. Begitu juga dengan daya beli masyarakat yang belum terlalu membaik.

“Tapi yang pasti, pembatasan BBM bersubsidi untuk Ojol ini belum ada keputusan final, jadi masyarakat tidak menyikapinya secara reaktif dan berlebihan, saya yakin pemerintah akan memutuskan kebijakan yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya

Anggota Komisi XII DPR ini mengatakan memang pembatasan BBM subsidi ini diperlukan di tengah tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap energi fosil itu.

Sementara anggaran negara selama ini terkuras lantaran banyak masyarakat yang jelas-jelas mampu juga masih ikut menikmati BBM bersubsidi.

“Jika Pemerintah tidak melakukan pembatasan BBM bersubsidi, dikhawatirkan APBN akan semakin terkuras sehingga bisa berimbas ke perekonomian nasional,” sebutnya.

baca juga ...  Jusuf Kalla: Haji Mabrur Tercermin Dari Kepedulian Sosial

Untuk itu, Fraksi Golkar DPR RI mendukung langkah Pemerintah untuk mengambil kebijakan pengaturan tentang pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Diharapkan dengan pembatasan penggunaan BBM subsidi ini, anggaran negara benar-benar bisa menyasar kelompok masyarakat kecil dan rentan.

Kebijakan pembatasan ini juga diharapkan bisa berimbas kepada peningkatan alokasi belanja yang benar-benar bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Pemerintah harus lebih cermat lagi dan memastikan bahwa BBM bersubsidi ini benar-benar tepat sasaran,” pungkas Mukhtarudin.

(Adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!