SAMPIT – Hari ini tepat 25 hari usai meninggalnya Ansyori Muslim (24) pemuda di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang merenggang nyawa usai diduga dikeroyok oleh sejumlah orang yang diduga temannya.
Melina, saudara korban menyebut bahwa mediang adiknya telah meninggal dunia pada 15 November 2024 lalu usai mendapatkan perawatan medis akibat dugaan pengeroyokan yang menimpanya.
Pihaknya berharap agar kepolisian untuk segera memproses alat bukti yang ada, baik para saksi yang telah diperiksa untuk menjadi petunjuk dan titik terang.
“Hari ini tepat 25 hari meninggalnya saudara kami, kami berharap prosesnya dipercepat, jangan sampai tidak ada tersangka, jangan salah tangkap dan jangan ada kambing hitam,” kata Melina saat dikonfirmasi, Selasa 10 Desember 2024.
Meski demikian pihaknya mengaku mempercayai petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut dan mendukung untuk segera terungkapnya kasus itu dengan seterang-terangnya.
Menurutnya pada petang hari ini pihaknya di rumah duka menggelar tahilan untuk Almarhum Ansyori Muslim yang telah mendahului mereka.
“Petang ini bada maghrib kami menggelar tahlilan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Iyudi Hartanto menyebut bahwa kemungkinan besar jumlah saksi akan bertambah untuk diperiksa, yang mana sebelumnya hingga kini sudah ada sembilan saksi yang dimintai keterangan untuk proses penyelidikan.
(Jimmy)











