JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekosistem industri halal bidang busana muslim di indonesia.
Mengingat, Mukhtarudin mengaku keunggulan produk fesyen muslim Tanah Air, selain diakui di Kuwait dan Uni Emirat Arab, juga diminati pasar Amerika Serikat, Inggris dan Jepang.
“Maka, pengembangan Industri Fesyen Muslim sangat penting untuk ditingkatkan. Karena memiliki peran yang strategis dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia,” tutur Mukhtarudin, Sabtu 14 Desember 2024.
Untuk itu, politisi Dapil Kalimantan Tengah ini mendorong Kementerian Perindustrian terus memperkuat kolaborasi dengan para pelaku industri mode, seperti perancang busana, pebisnis fesyen, serta stakeholders lainnya.
“Itu perlu dilakukan guna mendukung pertumbuhan dan memaksimalkan potensi pasar industri fesyen muslim tanah Air,” imbuh Mukhtarudin.
Anggota Komisi XII DPR RI ini mendorong industri fesyen muslim di Indonesia menerapkan teknologi industri 4.0. Implementasi ini dapat dilakukan pada proses produksi, seperti menggunakan sistem berbasis digital manufacturing.
“Fraksi Golkar DPR berharap dengan menerapkan industri 4.0, maka diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien, tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja,” pungkas Mukhtarudin.
Belum Tergarap Maksimal
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengakui pengembangan industri halal di bidang fesyen muslim belum tergarap maksimal.
“Padahal, potensi industri busana muslim sangat besar. Saat ini kita berada di peringkat 9 di bawah negara-negara Asia seperti India, Bangladesh, dan Vietnam,”kata Agus.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy yang dirilis Dinar Standard, belanja busana muslim global pada tahun 2022 mencapai USD 318 miliar dan diperkirakan akan tumbuh menjadi USD 428 miliar (Rp 6.670 triliun) pada tahun 2027.
“Sayangnya Indonesia belum maksimal memanfaatkan ini,” kata Agus saat melakukan ground breaking pembangunan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPFIK) di Kuta, Badung, Bali, Jumat, kemarin.
Politikus Partai Golkar itu berharap pembangunan BPFIK yang berlokasi di kawasan Kuta, Bali, itu dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional.
Dengan begitu, kata Agus, produk-produk unggulan hasil IKM Indonesia bisa merambah pasar global.
“Saya ingin BPIFK dapat memaksimalkan peranannya sebagai showcase yang menarik untuk memasarkan produk-produk unggulan hasil IKM Indonesia, khususnya ke pasar global. Terlebih di tengah persaingan global yang semakin ketat,” pungkas Agus.
(adista)











