PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman, menyoroti pentingnya pemerataan akses teknologi di daerah pedesaan sebagai kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sirajul, kesenjangan teknologi antara perkotaan dan pedesaan masih menjadi hambatan utama bagi masyarakat desa untuk memanfaatkan peluang di era digital. Terbatasnya akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat masyarakat pedesaan kesulitan dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
“Pemerataan akses teknologi adalah langkah penting untuk mempercepat pembangunan daerah. Tanpa teknologi, masyarakat pedesaan akan terus tertinggal dan kehilangan peluang besar di era digital ini,” ungkap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Sabtu 14 Desember 2024.
Sirajul menekankan perlunya peningkatan infrastruktur teknologi di pedesaan, termasuk perluasan jaringan internet dan penyebaran sinyal yang merata di seluruh pelosok Kalteng. Hal ini, menurutnya, harus menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mengatasi kesenjangan teknologi.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur TIK. Selain itu, pelatihan digital juga harus diberikan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi secara maksimal,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Sirajul menekankan pentingnya program sosial yang mendukung akses teknologi bagi masyarakat desa. Program seperti bantuan perangkat elektronik, pelatihan keterampilan digital, dan kewirausahaan berbasis teknologi dianggap mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
Ia menyebutkan bahwa teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan yang kuat untuk meningkatkan produktivitas dan membuka akses pasar bagi masyarakat desa. Dengan akses teknologi, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Sirajul juga mengingatkan bahwa desa yang tertinggal dalam hal teknologi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk menjadikan pembangunan infrastruktur teknologi sebagai prioritas dalam pemerataan pembangunan di Kalteng.
“Masyarakat pedesaan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Dengan akses teknologi yang memadai, mereka bisa menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” tandasnya.
Sirajul berharap langkah-langkah konkret segera diambil untuk memastikan seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmati manfaat teknologi secara merata.
(Sya’ban)











