SAMPIT – Keluhan terkait pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menjadi sorotan publik, namun Plt Direktur yaitu dr Yulia Nofiany terlihat enggan memberikan tanggapan langsung atas pemberitaan miring tersebut.
Ia mengarahkan awak media untuk berkoordinasi dengan dr Iman Hermawan selaku Kepala Instalasi Rawat Jalan.
“Silakan ke dr Iman saja ya,” ujar Yulia, Rabu 18 Desember 2034.
Dalam penjelasannya, dr Anggun Iman Hermawan menyampaikan masalah terkait hilangnya antrean online yang menyebabkan pasien kesulitan mendapat layanan.
“Kami juga bingung sistem antrean bisa tiba-tiba hilang dan ini sudah terjadi beberapa kali, karena sekarang sudah peralihan dari sistem manual ke online,” ungkapnya.
Jika antrean hilang, biasanya pasien akan difasilitasi dan dilayani pada hari itu juga melalui unit layanan komplain di lantai.
“Jika ke layanan komplain itu pasti akan tetap dilayani karena itu hak pasien yang sudah dapat nomor antrean,” tegasnya.
Namun, dirinya mewakili pihak RS meminta maaf karena disaat yang bersamaan kebetulan saat itu petugas yang menangani komplain sedang mengantarkan bayi ke UGD, sehingga pasien yang kehilangan antrean itu tidak terlayani.
“Jika antrean hilang, biasanya petugas akan menghubungi dokter untuk memastikan pasien tetap mendapat layanan. Sayangnya, saat kejadian itu tidak ada petugas di tempat, dan kami sudah meminta maaf atas kelalaian tersebut,” ujarnya.
dr Iman juga menjelaskan bahwa kejadian ini tentunya menjadi catatan penting dan evaluasi terus dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sudah menginstruksikan petugas untuk selalu siaga dan menjaga bergantian jangan sampai kosong layanan komplain tersebut,” ujarnya.
Menurut dr Iman, tantangan utama yang dihadapi RSUD dr Murjani adalah kuota pasien yang masih terlalu banyak sehingga memengaruhi kualitas pelayanan.
“Pasien yang datang sangat banyak sehingga mempengaruhi dalam pelayanan kami. Namun kami tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat sebaik mungkin,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnnya pelayanan mengecewakan kembali dilakukan oleh pihak rumah sakit dr Murjani Sampit, antrean secara sepihak mereka batalkan, tanpa adanya solusi, meski pasien yang datang harus mengorbankan waktu hingga biaya mereka.
“Sangat kecewa sekali, ambil antrean tanggal 3 Desember 2024 lalu, dan mereka sendiri mengarahkan untuk kembali datang ke rumah sakit tanggal 17 Desember 2024 hari ini, saat di rumah sakit tiba-tiba dibatalkan,” kata Nako.
(Nardi)











