SAMPIT – Warga Desa Lubuk Durian, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terpaksa menembak mati seekor macan dahan karena diketahui masuk ke rumah warga setempat pada Jumat 20 Desember 2024.
Kemunculan seekor macan dahan yang merupakan satwa liar dan langka merupakan imbas dari hutan yang menjadi habitatnya di alam kian berkurang.
Kemunculan macan dahan ini menjadi ancaman besar bagi warga setempat, karena berkeliaran di sekitar pemukiman hingga masuk ke dalam rumah warga kemudian dengan situasi terancam seorang warga mengambil langkah untuk menembak macan dahan hingga akhirnya mati.
Camat Cempaga, Adi Chandra saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan terkait peristiwa yang terjadi di wilayahnya.
“Benar adanya peristiwa tersebut, saya sudah mengecek langsung ke lokasi,” singkatnya.
Ia mengaku sangat menyayangkan atas kematian satwa liar itu karena sudah tergolong dalam hewan yang dilindungi, tetapi di sisi lain warga juga harus mempertahankan diri supaya tidak menjadi korban penyerangan macan dahan tersebut.
“Bagaimanapun juga nyawa manusia tetap di prioritaskan dan dalam hal ini tidak ada unsur kesengajaan hanya saja untuk membela diri,” katanya.
Untuk memastikan bahwa semua yang telah dilakukan oleh warganya tidak ada motif lain dibalik penembakan macan dahan tersebut dirinya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat dan dikatakan memang tidak ada motif lain.
(Sattar)











