PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang dan pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal ini disampaikan oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 30 Desember 2024.
Sri menekankan pentingnya ketersediaan komoditas utama, seperti minyak goreng dan bahan pokok lainnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita harus memastikan ketersediaan komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat tetap terjaga dan harganya terkendali, terutama minyak dan bahan pokok lainnya,” ujar Sri.
Sri juga meminta instansi terkait untuk terus melaksanakan program pasar murah atau pasar penyeimbang sebagai salah satu langkah strategis dalam mengendalikan inflasi.
Ia mengingatkan bahwa program ini tidak hanya dilakukan menjelang Nataru, tetapi juga harus dilanjutkan setelahnya untuk memastikan stabilitas harga.
“Pasar murah tidak hanya dilakukan menjelang Nataru, tetapi juga pasca-Nataru untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, evaluasi harus terus dilakukan terkait perkembangan harga bahan pokok di Kalteng,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sri menyoroti pentingnya upaya pencegahan masuknya ternak tanpa pengawasan yang berpotensi membawa penyakit ke wilayah Kalteng.
“Terkait dengan PMK (penyakit mulut dan kuku), kita harus mencegah masuknya ternak tanpa terdeteksi yang dapat menyebabkan penularan di Kalteng,” tegasnya.
Sri juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di Kalteng, terutama di tengah upaya pemerintah mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi daerah.
“Kita harus lebih gencar lagi melakukan upaya-upaya penyebarluasan informasi terkait beras agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu signifikan,” tandasnya.
(Sya’ban)











