PALANGKA RAYA – Juru bicara reses anggota dan pimpinan DPRD Kalteng dari Dapil III yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara, Bryan Iskandar, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Lamandau.
Aspirasi tersebut disampaikan Bryan dalam rapat paripurna ke-9 masa persidangan I tahun 2024 sekaligus rapat paripurna ke-1 pembukaan masa persidangan II tahun 2024 di ruang rapat paripurna DPRD Kalteng, Senin 6 Januari 2025.
Menurut Bryan, selama lima tahun terakhir, aspirasi masyarakat dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten belum maksimal terealisasi. Ia berharap lima tahun ke depan aspirasi tersebut dapat diwujudkan melalui program dan kegiatan yang dikawal oleh anggota DPRD Provinsi Kalteng, khususnya dari Dapil III.
Bryan menyoroti infrastruktur jalan di wilayah pedesaan Kabupaten Lamandau. Meski sebagian besar jalan sudah lancar, masih ada jalan penghubung antar desa dan kecamatan yang belum berfungsi optimal. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Di sektor kesehatan, Bryan menekankan pentingnya memperhatikan tunjangan dokter spesialis di Kabupaten Lamandau.
“Untuk tunjangan dokter spesialis agar diperhatikan, sehingga tenaga dokter yang ada di kabupaten merasa diperhatikan, merasa senang, tenang sehingga merasa kerasan bertugas di daerah,” ujar Bryan.
Bryan juga mengangkat isu pendidikan di Kabupaten Lamandau. Ia menilai perlu adanya motivasi bagi anak-anak yang putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.
Selain itu, program beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kalteng perlu disosialisasikan secara konkret agar inplementasi terhadap masyarakat didaerah-daerah bisa maksimal dan pelaksanaannya tidak tumpang tindih dengan beasiswa yang diberikan oleh daerah.
“Program beasiswa dengan biaya Rp4 juta per orang untuk mahasiswa sekali bayar di Kabupaten Lamandau sudah berjalan lama dan sangat efektif,” katanya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lamandau mengusulkan pembentukan sekolah favorit agar masyarakat tidak perlu mengirim anak-anak mereka ke luar daerah, termasuk ke Pulau Jawa. Selain itu, dinas pendidikan juga meminta adanya pengawas sekolah di setiap kabupaten agar efektivitas pengawasan meningkat.
Dari sektor komunikasi, Diskominfo Kabupaten Lamandau meminta penambahan jaringan telekomunikasi di daerah yang jauh dari ibu kota kecamatan dan kabupaten.
Bryan menyampaikan bahwa saat ini, distribusi jaringan masih belum merata, sehingga masyarakat kesulitan menikmati layanan komunikasi yang lancar.
“Sampai saat ini bisa dikatakan belum merata untuk menikmati jaringan seluler, terutama di desa–desa yang jauh dari ibukota kecamatan dan kabupaten,” pungkasnya.
(Syauqi)












