PALANGKA RAYA – Memasuki awal tahun 2025, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali dilanda bencana banjir.
Tiga kecamatan serta empat desa di Kabupaten Gunung Mas dan Pulang Pisau terendam, dengan ketinggian air mencapai 53 sentimeter di beberapa titik.
Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPB-PK Kalteng, banjir menggenangi Desa Sebangau Permai di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, dengan ketinggian air mencapai 53 sentimeter.
Sebanyak 127 kepala keluarga atau 364 jiwa terdampak, dan empat di antaranya telah mengungsi.
Di Kabupaten Gunung Mas, banjir juga merendam dua kecamatan dan tiga desa, yakni Desa Tampelas di Kecamatan Sepang, serta Desa Tusang dan Desa Tumbang Kuayan di Kecamatan Rungan Barat.
Ketinggian air di Gunung Mas tercatat mencapai 50 sentimeter, dengan 90 kepala keluarga dan 403 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Kalteng, Alpius Patanan, menyatakan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Kalteng dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir ini.
Ia juga mengungkapkan, banjir yang melanda Pulang Pisau dan Gunung Mas berpotensi meluas ke wilayah sekitarnya.
“Secara umum wilayah Kalteng berpotensi banjir jika hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung,” ujar Alpius saat dikonfirmasi, Rabu 22 Januari 2025.
Sementara itu, prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra Mukti, memperingatkan bahwa cuaca ekstrem akan melanda Kalteng pada periode 22-28 Januari 2025.
Sebagian besar wilayah Kalteng diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.
“Untuk seminggu ke depan, waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng,” ungkap Chandra.
Ia juga menambahkan bahwa banjir berpotensi meluas ke wilayah lainnya, mengingat prediksi hujan yang terus berlangsung.
“Beberapa wilayah yang sudah terdampak banjir, seperti Gunung Mas dan Pulang Pisau, berpotensi mengalami perluasan banjir,” jelasnya.
(Sya'ban)












