PALANGKA RAYA – Musim hujan yang melanda berbagai wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) membawa risiko meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Menanggapi situasi ini, Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan secara aktif.
“Genangan air akibat hujan sering menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Jika tidak segera diatasi, risiko penyebaran demam berdarah akan meningkat,” ucapnya, Sabtu 26 Januari 2025.
Ia mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk rutin melakukan 3M Plus (Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menggunakan pengusir nyamuk atau kelambu).
“Masyarakat harus memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah, baik di wadah besar seperti ember maupun kecil seperti tutup botol. Ini adalah langkah sederhana tetapi sangat efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong dinas kesehatan setempat untuk memperkuat kegiatan sosialisasi dan fogging di wilayah rawan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan DBD.
“Saya mengimbau pemerintah daerah untuk proaktif dalam melakukan penyuluhan dan fogging, khususnya di wilayah yang memiliki kasus DBD tinggi. Pencegahan dini jauh lebih baik daripada mengobati,” ungkapnya.
(yud)












