SAMPIT – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Masami, menyoroti meningkatnya kasus hukum yang melibatkan sejumlah kepala desa (kades) belakangan ini. Ia mengingatkan para kades agar menjalankan tugas dengan baik, transparan, dan tidak menyalahgunakan jabatan mereka demi kepentingan pribadi.
“Jabatan kades memiliki banyak godaan, terutama karena adanya anggaran yang cukup besar serta kekuasaan yang melekat pada mereka sebagai pengelola anggaran,” ujar Eddy Masami, Rabu 5 Februari 2025.
Beberapa kasus yang mencuat belakangan ini antara lain seorang kades tersandung kasus dugaan perselingkuhan, dugaan penggelapan gaji penjaga alur sungai, mantan kades yang diduga menggelapkan Sisa Hasil Kebun (SHK) dalam koperasi, penggunaan ijazah palsu serta dugaan penyimpangan anggaran desa.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh instansi terkait.
“Bisa jadi selama ini pembinaan dan pengawasan dari pihak yang berwenang masih kurang maksimal. Saya berharap ke depan instansi terkait lebih sering turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan,” tambahnya.
Ia menyampaikan keprihatinannya atas berbagai persoalan yang melibatkan para pemimpin desa tersebut.
Selama ini dirinya selalu mengingatkan para kepala desa dalam tata kelola pemerintahan serta kesiapan mental dan spiritual mereka.
“Jangan sampai tergoda melakukan penyimpangan yang akhirnya berujung pada proses hukum. Jaga integritas dan jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Beberapa kasus yang menyeret nama kades di Kotim yaitu Kades Pamalian tersangka kasus selingkuh, Kades Menjalin dilaporkan dugaan menggelapkan gaji penjaga alur sungai.
Mantan Kades Pelantaran sebagai ketua koperasi diduga menggelapkan SHK, Kades Rawa Sari dilaporkan kasus dugaan korupsi, mantan Kades Parit kasus dugaan korupsi, Kades Baampah tersangka kasus ijazah palsu.
(Nardi)












