Ekonomi Mengalami Perlambatan, Tapi Masih Tunjukkan Tren Positif

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Tangkapan layar dari YouTube resmi BPS Kalteng terkait pertumbuhan ekonomi di Kalteng tahun 2020-2024.

– Pertumbuhan ekonomi menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir. Meskipun demikian, meski angka pertumbuhannya melambat, ekonomi provinsi ini tetap berada dalam zona positif, dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng yang menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 4,46 persen pada 2024.

Penyebab utama perlambatan ini adalah kebijakan pembatasan ekspor sektor pertambangan dan dampak panjang dari pandemi COVID-19.

“Dulu, pada 2019, kita masih terdampak pandemi. Banyak aktivitas ekonomi yang terhenti, sehingga pertumbuhan sempat terpuruk. Pada 2020 mulai ada pemulihan, dan di 2022 pertumbuhan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi,” ujar Agnes saat diwawancarai usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.

Namun, pada 2023 pertumbuhan kembali melambat, terutama karena Kalteng masih sangat bergantung pada sektor pertambangan dan industri pengolahan kelapa sawit (CPO).

Kebijakan pembatasan ekspor yang diterapkan oleh Kementerian ESDM saat itu turut memperlambat laju ekonomi daerah.

“Di tahun 2024, pertumbuhan ekonomi mulai kembali normal dan tetap berada dalam tren positif. Kita melihat ada perbaikan dibanding tahun sebelumnya, meskipun masih belum setinggi 2022,” tambahnya.

Agnes juga menekankan bahwa ke depan, diversifikasi sektor ekonomi sangat diperlukan agar Kalteng tidak hanya bergantung pada pertambangan dan kelapa sawit.

Sektor lain seperti pertanian, pariwisata, dan industri kreatif perlu mendapat perhatian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan kebijakan yang mendukung iklim investasi dan mendorong sektor-sektor potensial lainnya agar pertumbuhan ekonomi Kalteng bisa terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

(Sya'ban)

baca juga ...  Utang RSUD Doris Sylvanus Sudah Terbayar Rp73 Miliar, Ditargetkan Lunas Akhir Tahun
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!