SAMPIT – BPJS Kesehatan Cabang Sampit bersama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mengelola program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Laboratorium Prodia Sampit melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin peserta program JKN yang tergabung dalam Prolanis di Puskesmas Cempaka Mulia, Sabtu 8 Februari 2025.
Langkah ini merupakan upaya untuk memantau kesehatan para peserta Prolanis yang terdaftar di FKTP tersebut, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat supaya hidup sehat dan tetap produktif di usia lanjut.
Prolanis sendiri adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi. Prolanis ini melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta JKN yang menderita penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus. Prolanis diharapkan dapat membantu pesertanya untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia menyampaikan bahwa peserta yang diagnosa hipertensi dan diabetes melitus dapat tergabung ke dalam klub Polanis yang ada di FKTP tempat peserta terdaftar, seperti Puskesmas, klinik pratama dan juga dokter praktik mandiri mitra BPJS Kesehatan. Dengan demikian, kesehatannya dapat selalu terpantau, khususnya tekanan darah dan gula darahnya.
“Peserta Prolanis yang sudah tergabung ke dalam klub-klub yang ada di FKTP akan mendapatkan manfaat seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan secara rutin, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol secara rutin. Pemeriksaan ini dilaukan bulanan dan juga semesteran. Lalu ada juga senam sehat Prolanis, penyuluhan kesehatan, konseling kesehatan dan juga pengobatan rutin” ungkap Iwan.
Iwan menambahkan bahwa peserta Prolanis yang sudah terdaftar di FKTP juga akan mendapatkan pemeriksaan rutin kimia darah dan HbA1c per 6 bulan untuk mengetahui status kesehatannya. Selain itu, pemeriksaan tersebut juga untuk mengetahui sejauh mana Prolanis yang dilaksanakan sudah berjalan secara efektif dan efisien bagi peserta tersebut.
Dengan Kesehatan yang terkontrol tentunya penderita DM dan HT dapat tetap produktif untuk menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Sementara itu, pengelola Prolanis Puskesmas Cempaka Mulia Risca Julianti, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengelola delapan klub Prolanis yang tersebar di wilayah Puskesmas Cempaka Mulia dengan jumlah peserta terdaftar kurang lebih 240 orang. Dengan adanya Prolanis, pihaknya berharap masyarakat di wilayah Kecamatan Cempaga dapat mendapatkan kesehatan yang optimal walaupun menderita hipertensi dan diabetes melitus.
“Tentu juga kami berharap dengan kesehatan yang stabil masyarakat dapat tetap produktif dalam menjalani kehidupannya sehari-harinya. Kami selalu menghimbau masyarakat yang sudah terdaftar ke dalam Prolanis untuk senantiasa konsisten dalam mengikuti program-program yang ada agar kesehatannya tetap stabil. Di samping itu, kami juga mengajak masyarakat yang memang sudah terdiagnosa hipertensi dan diabetes melitus tetapi belum tergabung ke dalam klub Prolanis untuk dapat segera mendaftar ke kami atau melalui BPJS Kesehatan. Ini penting supaya dapat kami pantau kesehatannya sehingga menghindari terjadinya komplikasi penyakit yang lebih serius lagi,” ungkap Risca.
Sementara itu, Ibu Siti salah satu peserta Prolanis yang tergabung di klub Puskesmas Cempaka Mulia menyampaikan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Puskesmas Cempaka Mulia dan BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan Prolanis.
Menurutnya, adanya klub Prolanis di Puskesmas Cempaka Mulia banyak memberikan manfaat bagi dirinya dan anggota yang lainnya. Berkat Prolanis, siti bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kondisi kesehatan yang optimal.
“Meskipun kami mempunyai riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus, kondisi kami menjadi terkontrol dengan baik berkat Prolanis. Banyak kegiatan seperti edukasi dan konseling kesehatan yang menambah pengetahuan kami, seperti menjaga pola hidup sehat bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu kami juga bisa saling berbagi informasi kepada sesama anggota Prolanis terkait dengan Kesehatan yang bisa menambah semangat kami dalam menjalani pengobatan agar konsisten,” beber Ibu Siti. (im)












