PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tak mau setengah-setengah dalam membangun daerah. Meski anggaran diefisienkan, infrastruktur tetap jadi prioritas utama.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menegaskan bahwa proyek infrastruktur, terutama jalan, akan dikebut dalam 100 hari kerja pertama kepemimpinannya bersama Gubernur Agustiar Sabran.
Konektivitas yang belum optimal masih menjadi tantangan utama dalam distribusi barang dan jasa di wilayah ini.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang buruk bukan sekadar soal kenyamanan, tapi bisa menghambat mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemprov Kalteng berkomitmen mempercepat perbaikan dan pembangunan infrastruktur meski anggaran terbatas.
“Kami akan memastikan bahwa jalan yang menjadi akses utama tidak mengalami gangguan, sehingga distribusi barang dan jasa tetap berjalan lancar. Langkah awalnya adalah memastikan jalan dalam kondisi fungsional sambil menunggu proses lelang pembangunan permanen,” kata Edy usai rapat dengan Pejabat JPT Pratama lingkup Pemprov Kalteng, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 24 Februari 2025.
Selain pembangunan jalan, pemprov juga akan mengevaluasi proyek infrastruktur yang masih tertunda, baik yang dibiayai oleh APBD maupun APBN.
Edy menegaskan bahwa efisiensi anggaran akan menjadi perhatian utama, sehingga program yang tidak mendesak akan ditunda untuk memaksimalkan pembiayaan proyek prioritas.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan di sektor energi dan telekomunikasi.
Sejumlah daerah di Kalteng masih mengalami keterbatasan akses listrik dan internet, yang berdampak pada sektor ekonomi dan pendidikan.
Pemprov berencana untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah pusat dan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur.
Dengan pembiayaan yang lebih optimal, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih cepat tanpa membebani anggaran daerah.
(Sya'ban)












