Takjil, Ternyata Artinya Bukan Panganan

JUN/BERITASAMPIT - Aneka jajanan yang dijual di pasar Ramadan.

SAMPIT – Takjil, kata ini sangat populer akhir-akhir ini, karena identik dengan bulan ramadan dan umumnya diartikan sebagai hidangan untuk berbuka puasa.

Beberapa literasi mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, takjil berarti mempercepat atau menyegerakan.  Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam Bahasa Arab, yakni ajila atau menyegerakan, atau kata ajala-ta jilan yang berarti bersegera dan mempercepat sesuatu urusan.

Jadi maksud Takjil adalah penyegeraan membatalkan puasa dan bukan berarti makanan atau minuman, tetapi yang umum dipahami takjil adalah menu untuk berbuka puasa.

Menurut tradisi, di Indonesia sebutan Takjil dikenal dengan makanan pembuka yang di konsumsi saat berbuka puasa yang rasanya manis, seperti kurma atau makanan ringan berupa kue basah dengan berbagai varian rasa tergantung selera penikmatnya.

Mungkin, awal mula kata takjil terbentuk karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma. Maka kurma dianggap sebagai salah satu jenis takjil yang kemudian berkembang menjadi makanan dan minuman kecil untuk memulai berbuka puasa.

Jika takjil yang arti sebenarnya bersegera atau mempercepat, maka takjil yang dipahami sebagai menu buka puasa tentu seharusnya takjil tersebut segera dijual, segera dibeli, segera dibagikan, segera tersalurkan atau dipercepat untuk diberikan kepada yang akan berbuka puasa. (BS65)

baca juga ...  Gereja Katolik Paroki Belum Terima Surat dari IMI, Tegas Menolak Road Race di Taman Kota
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!