Realisasi APBN Memburuk, Golkar Senayan Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tercapai

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Berdasarkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari-Februari 2025 dinilai memburuk. Namun, Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin optimistis target Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dapat tercapai.

“Laporan APBN, defisit 3 persen masih dalam target yang didesain APBN. Ini saya kira tentu masih dalan jangkauan. Artinya kita harus tetap optimistis,” tutur Mukhtarudin, Sabtu 15 Maret 2025.

Anggota Komisi XII DPR RI ini mengatakan guna mendongkrak APBN, pemerintah harus fokus meningkatkan pendapatan negara melalui berbagai kebijakan dan program, salah satunya kebijakan HGBT untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Menurut Mukhtarudin, kebijakan HGBT berdampak terhadap ketahanan ekonomi . Misal, HBGT yang diberikan kepada PLN mendukung ketahanan energi .

Mengingat, kata Mukhtarudin, pada sektor kelistrikan, kebijakan HGBT bertujuan untuk memastikan pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif.

Selain mereformasi kebijakan pajak, Mukhtarudin menekankan upaya membawa Indonesia ke arah kemajuan yang lebih signifikan yakni dengan meningkatkan investasi, memanfaatkan kerja sama , mendukung industri kendaraan listrik.

“Dukungan terhadap industri kendaraan listrik juga penting. Sektor transportasi merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan ekonomi yang berkelanjutan,” tandas Muktarudin.

Artinya, lanjut Mukhtarudin, dengan memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik hybrid, maka pemerintah tidak hanya mendukung inovasi dan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga berinvestasi dalam industri masa depan.

Politisi Dapil Kalteng ini bilang melalui reformasi kebijakan yang mendukung, dan inovasi dalam sektor-sektor utama, maka Indonesia dapat meraih pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Kendati demikan, Mukhtarudin mendorong Menteri Sri Mulyani yang di setiap kesempatan menyebut APBN terus hadir bekerja keras untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung serta memperkuat perekonomian Indonesia.

baca juga ...  Kerjasama dan Kolaborasi Kunci Bangun Maluku Menuju Indonesia Emas 2045

“Ya, APBN kita harus dijaga agar tetap sehat dan kuat menjalankan berbagai tugas menjaga perekonomian dan membangun negara kita,” beber Muktarudin.

Sebagai informasi realisasi APBN hinari 2025 mengalami defisit Rp 31,3 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, kinerja fiskal di awal 2025 juga menghadapi tantangan dengan penurunan pendapatan dan penerimaan pajak.

“Fraksi Golkar DPR berharap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Maret 2025 akan mengalami peningkatan. Dan tidak mustahil pertumbuhan ekonomi delapan persen pada tahun 2029 bisa tercapai,” pungkas Muktarudin Mukhtarudin.

(adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!